Jakarta Diguyur Hujan, 26 Lokasi Rawan Banjir

Sammy
Jakarta Diguyur Hujan, 26 Lokasi Rawan Banjir
Titik genangan air di Jakarta

Jakarta, HanTer – Jakarta mulai diguyur hujan. Seperti tahun sebelumnya, sebagian wilayah  ibukota dilanda banjir. Guna mengantisipasi terjadinya genangan maupun banjir selama berlangsungnya musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melakukan berbagai upaya. Dari hasil pemetaan terdapat 26 titik lokasi rawan genangan (banjir) berdasarkan genangan yang berulang selama 2017-2018.

Adapun 26 lokasi rawan banjir yang telah dipetakan Dinas SDA DKI, 9 titik di antaranya adalah kawasan Jakarta Selatan, yaitu H. Ipin, Pondok Labu, Pejaten Timur, Kemang Raya, Kemang Utara, Iskandar Muda, Jalan Jendral Gatot Subroto di depan Balai Kartini, Jenderal Sudirman depan Atmajaya dan di perempatan ITC Fatmawati.

Di Jakarta Barat sendiri terdapat 6 titik rawan banjir yakni, di Jalan Letjend Suparman depan Apartemen Slipi, dan Jalan Letjen Suparman depan Trisakti/Citraland, Meruya Selatan, Arjuna Selatan, Patra Raya, dan di Jalan PTB Angke.

Sementara itu, di Jakarta Timur juga terdapat beberapa lokasi rawan banjir seperti di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang selama dua tahun terakhir mengalami 10 kali genangan, Kel Kampung Melayu, Kel Cibubur, dan Komodor Halim Perdanakusuma. Di wilayah Jakarta Pusat hanya memiliki empat titik yaitu di depan RSAL Mintoharjo, Jalan Cempaka Putih Tengah, Jalan Industri, dan underpass Kemayoran.

Sedangkan di Jakarta Utara terpantau di tiga titik yaitu, Jalan Boulevard Barat Raya, Yos Sudarso serta Gaya Motor Raya

"Langkah-langkah yang sifatnya antisipatif terus kami lakukan. Dengan begitu, banjir atau genangan air bisa diantisipasi lebih dulu," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, di Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Pasukan Biru

Menurut dia, Dinas SDA DKI Jakarta juga telah mengerahkan Pasukan Biru untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di saluran air dan sungai yang tersebar di wilayah ibu kota. Dengan demikian, hasilnya diharapkan maksimal.

"Pasukan Biru yang ada di 44 wilayah kecamatan sudah diinstruksikan untuk melakukan pembersihan sampah. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan, pemeliharaan dan perawatan saluran air dan sungai secara rutin," ujar Teguh.

Lebih lanjut dia mengatakan, memasuki musim hujan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dan sinergi secara intensif dengan beberapa kota mitra DKI Jakarta, di antaranya Bogor, Depok dan Tangerang.

"Kami optimistis genangan air ataupun banjir pada tahun ini akan jauh lebih berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ada banyak upaya yang kami lakukan untuk mencegah genangan air dan banjir itu supaya tidak muncul," ungkap Teguh.

Ia menambahkan, Dinas SDA DKI Jakarta telah melaksanakan pekerjaan berupa pengerukan sebanyak 14 waduk, situ dan embung yang ada di wilayah DKI Jakarta terhitung sejak awal Oktober 2018.

Selain itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai alat untuk mengurangi debit air jika sewaktu-waktu mengalami luapan air yang sangat besar. Diungkapkan, sedikitnya 436 unit pompa stasioner, 102 unit pompa mobile, 241 unit alat berat, dan 383 dumptruck yang ditempatkan di 153 lokasi.

Teguh mengungkapkan telah melakukan naturalisasi sungai, kali dan waduk agar air tak meluap yang kemudian bisa mengakibatkan banjir atau genangan.

Bersiaga

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan Dinas SDA bekerja untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Ibukota. SKPD ini, kata Anies, bertugas memastikan aliran air di tempat-tempat yang memiliki potensi banjir tidak terhambat.

"Semua kerja nonstop memastikan tempat-tempat yang di situ punya potensi banjir tidak ada hambatan-hambatan. Dan bila ada genangan bisa langsung cepat ditangani," kata Gubernur DKI Jakarta Anies di Jakarta.

Kepala Sub Bidang Informasi Meterologi, Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko, mengatakan, kondisi kali akan meningkat seiring dengan kondisi cuaca, meskipun saat ini hujan masuk dalam intensitas rendah karena masih memasuki masa transisi.

"Yang diwaspadai nanti November-Desember. Hujan akan tinggi, air akan turun berlimpah dari langit, DKI wajib mewaspadai," ujar Hary di Jakarta, Minggu (28/10/2018).