Pemprov DKI Bangun 5.665 Titik Jaringan Internet Gratis Melalui Program Jak WiFi

sammy
Pemprov DKI Bangun 5.665 Titik Jaringan Internet Gratis Melalui Program Jak WiFi
Pemprov DKI Bangun 5.665 Titik Jaringan Internet Gratis Melalui Program Jak WiFi

JARINGAN internet menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat perkotaan saat ini. Dalam rangka memfasilitasi masyarakat terhadap kebutuhan internet, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membangun ribuan titik jaringan internet gratis melalui program Internet untuk Semua-JakWiFi. Sejak diluncurkan pada awal Agustus 2020 lalu, titik jaringan internet gratis yang sebelumnya berjumlah 4.956, kini bertambah menjadi 5.665. 

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan, program internet gratis ini sudah diluncurkan sejak 28 Agustus 2020 lalu secara virtual. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat belajar dan bekerja dari rumah demi menekan angka penyebaran Covid-19. 

“Program JakWiFi terselenggara karena dukungan kolaborasi dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dan PT Bali Towerindo Sentra (Molecool),” ujar Yudhistira di Jakarta, Rabu (4/11/2020). 

Menurutnya, 5.665 titik Wi-Fi yang tersedia itu dibangun oleh DKI dan pihak swasta. Rinciannya, 1.497 dibangun DKI; 4.155 lokasi disediakan Bali Tower dan 13 lokasi dari APJATEL. 

Adapun akses internet gratis JakWiFi tersebut dapat digunakan oleh seluruh warga DKI Jakarta, baik peserta didik untuk mendukung Pemebelajaran Jarak Jauh (PJJ), maupun pelaku UMKM untuk memasarkan dan mempromosikan produk. Bahkan, para pekerja dalam menjalankan program bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga dapat memakai jaringan internet tersebut. 

JakWiFi di aplikasi JAKI, kata dia, dapat membantu para pelaku UMKM, khususnya UMKM binaan atau anggota Jakpreneur yang ada di lokasi binaan (lokbin), lokasi sementara (loksem), serta Pujasera. 

“JakWiFi membantu dalam mempromosikan dan memasarkan produk mereka melalui pasar online atau marketplace lain, selain Jakpreneur,” ungkapnya.

 

Fokus di Permukiman Padat 

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Muhammad Arif Angga, mengungkapkan, jaringan JakWifi yang dikelola Apjatel dipusatkan di permukiman padat penduduk. Setiap titik JakWifi dapat diakses hingga 50 pengguna, khususnya para pelajar yang tengah menjalani PJJ. 

“Kita fokuskan di wilayah-wilayah yang belum ada jaringan internet gratis,” katanya di Jakarta. 

Menurut Arif, di setiap titik JakWifi, pihaknya berkoordinasi dengan pengurus RW setempat. Para pengurus RW tersebut diberikan kata sandi (password) untuk mengelola JakWifi. 

“Kita kasih password ke RW setempat. Jadi password tidak dibagikan secara umum supaya tepat sasaran,” terangnya. 

 

Membantu Warga 

Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur Sutoyo, mengaku bersyukur dengan adanya program JakWiFi tersebut. 

“Program ini sangat membantu warga saya untuk belajar di tengah pandemi yang mengharuskan secara online. Terlebih, mayoritas perekonomian warga kami sangat terdampak adanya pandemi Covid-19, karena ada yang terkena PHK dan dirumahkan,” ujar Sutoyo di Jakarta, Rabu (4/11/2020). 

Ia mengatakan, program itu sangat membantu sekitar ratusan pelajar dari 14 RT yang ada di wilayahnya untuk bersekolah melalui metode PJJ. 

Menurutnya, kecepatan internet yang disediakan melalui JakWiFi juga terbilang cepat. Sejauh ini belum ada pelajar yang mengeluh koneksinya lambat saat memperoleh materi dari guru. 

“Saya pastikan tidak ada kerumunan pelajar di pos RT dan RW, karena jangkauan jaringan internet itu bisa masuk ke rumah para pelajar,” kata Sutoyo.

 

Apresiasi 

Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang menghadirkan layanan internet gratis melalui program JakWIFI. Menurut dia, program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, terutama para pelajar yang tengah menjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

“Ini langkah yang bagus dan cerdas untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. Saya kira ini bisa ditiru pemerintah daerah lainnya,” ujarnya.