Bansos Pemprov DKI Jangkau Jutaan KK di Jakarta 

Sammy
Bansos Pemprov DKI Jangkau Jutaan KK di Jakarta 
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Saat Memantau Proses Pengemasan Bantuan Sosial (Bansos) Kebutuhan Pokok di Jakgrosir Kramat Jati, Jakarta. Bansos Pemprov DKI Saat Ini Sudah Memasuki Tahap ke-8.

PEMERINTAH PROVINSI DKI Jakarta terus menggulirkan pemberian bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19. Salah satu dari bansos yang disalurkan oleh pemerintah adalah bansos sembako. 

Penentuan komponen bansos sembako DKI ini berdasarkan hasil kajian oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI. 

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, mengatakan, sampai saat ini bansos telah dilaksanakan sd tahap 8 yang telah didistribusikan  pada minggu ke 2-3 bulan Oktober. 

"Bansos sembako tahap 8 tersebut disalurkan ke 2,4 juta keluarga miskin dan rentan yang terdampak Covid-19, baik KTP DKI Jakarta maupun KTP non-DKI Jakarta yang menetap di Jakarta," ungkapnya di Jakarta, Sabtu (31/10/2020). 

Irmansyah menerangkan, isi bansos sembako tahap 8 ini adalah beras 2 karung (masing-masing 5 kg), sarden 4 kaleng (masing-masing 155 g), biskuit 1 kaleng, gulai ayam 1 kaleng (325 g), wafer 1 kaleng (300 g), minyak goreng 2 bungkus (masing-masing 0,9 lt), kecap manis 1 buah (520 ml), tepung terigu (1 kg), mie goreng 4 bungkus (80 g), dan sabun mandi 1 batang (80 g). 

"Paket sembako diberikan minimal 2 kali dalam sebulan atau menyesuaikan dengan situasi dan keadaan pemberlakuan PSBB oleh Pemprov DKI," terang dia. 

Ia menjelaskan, untuk proses distribusi, pihak penerima manfaat bansos tersebut tidak langsung mengambil ke lokasi pendistribusian sembako di masing-masing RW. Namun, pengurus RT yang mengambilnya untuk disalurkan kepada masing-masing penerima manfaat, sesuai dengan data yang ada. 

Irmansyah mengatakan, jika terdapat 1 kepala keluarga (KK) sudah mendapatkan paket bantuan 1 kali, tak harus mendapatkan bansos terus-menerus. Karena, akan dilakukan evaluasi penerima manfaat pada setiap tahap, dengan melihat keberadaan KK yang dimaksud. 

"Namun, bagi warga yang terus-menerus mendapatkan bansos sembako, tentu karena dianggap layak mendapatkannya dengan berkoordinasi dengan pihak RT/RW setempat," ungkapnya. 

Irmansyah menjelaskan, dari pendistribusian paket bantuan yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini, tentunya terdapat beberapa evaluasi. Salah satunya masih terdapat warga yang layak mendapatkan bansos, namun tidak terdata dalam penerima bansos. Karena non-KTP Jakarta, tetapi berdomisili di Jakarta. Selain itu, terdapat warga yang sudah mendapatkan banpres, tapi menginginkan banprov juga. 

"Atau sebaliknya. Sudah mendapatkan banpres, mau berganti dengan banprov," ujarnya. 

Perpindahan penduduk antarwilayah di sekitar Jakarta maupun luar Jakarta yang sangat dinamis menjadi kendala tersendiri. Sehingga penting dilakukan pendataan ulang masing-masing RT/RW, untuk diproses dalam musyawarah kelurahan.

 Jangkau Jutaan KK 

Hingga distribusi tahap 8 ini, bansos sembako DKI sudah menjangkau penerima manfaat sebanyak 1.160.409 KK. 

Sementara perihal dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Irmansyah menjelaskan, Pemprov DKI memberikan dukungan dalam pendistribusian bansos sembako, dengan memberikan data warga Jakarta yang terdampak Covid-19. 

"Serta memberikan pendampingan dalam pendistribusian sembako sampai ke penerima manfaat," ucapnya. 

Ia mengimbau kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi namun belum mendapatkan bantuan sosial, untuk segera mengajukan diri agar dapat menerima bantuan tersebut. 

"Prosedurnya dengan mengajukan diri untuk didata oleh pihak RT/RW dan diketahui Lurah setempat. Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke pihak Kelurahan melalui petugas pendata dan pendamping sosial (Pendamsos) di setiap kelurahan," terangnya.

Penerima Bansos Bersyukur 

Yana (42), salah satu warga penerima bansos di Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, mengungkapkan rasa syukurnya dapat menerima bansos tersebut. Sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak, dia mengaku suaminya yang kuli bangunan sudah tak bisa bekerja lagi, setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

"Tak ada penghasilan sama sekali. Suami tak kerja," ujar Yana. 

Dia mengakui, bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya. Tentunya, guna menyambung hidup sehari-hari. 

"Terima kasih bantuannya. Terima kasih pemerintah peduli, terutama terhadap kami orang yang tidak mampu ini," ujarnya.

Masyarakat Harus Terjamin 

Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, mengatakan, banyak hal yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan wabah virus Korona. Salah satunya dengan pendistribusian bansos. 

"Bahkan pendistribusian bansos pertama kali dilakukan di DKI," ungkapnya. Intinya masyarakat harus terjamin kebutuhannya dan wabah segera berlalu," ujar Zita di Jakarta.