Polisi Lakukan Profiling Pelakon Pria di Video Asusila Mirip Gisel

Danial
Polisi Lakukan Profiling Pelakon Pria di Video Asusila Mirip Gisel
Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus

Jakarta, HanTer - Setelah menangkap penyebar video asusila mirip penyanyi Gisella Anastasia atau Gisel, polisi kini mengejar pemeran pria yang ada dalam video tersebut.

Menurut Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, penyidik tengah memprofilkan pemeran pria di video asusila tersebut, dengan melibatkan ahli informasi teknologi dan transaksi elektronik (ITE).

"ITE ini akan kami panggil lagi, untuk profiling namanya (pemeran pria di video asusila)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2020).

Yusri menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi ahli ITE kemarin, unsur pidana dalam video asusila itu telah terpenuhi.

Kini polisi akan kembali memanggil saksi ITE, untuk memastikan identitas pelakon dari video tersebut. 

"Makanya kami tunggu seperti apa hasil pemeriksaannya," ujar Yusri.

Siang ini, Gisel diperiksa oleh penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengklarifikasi, apakah Gisel merupakan pemeran dalam video tersebut.

Polisi memeriksa Gisel, setelah sebelumnya menetapkan dua orang berinisial PP dan MN, sebagai tersangka karena menyebarkan video asusila itu, di media sosial. Dalam pemeriksaan, kedua orang itu menyebut nama Gisel.

Video asusila yang pemainnya mirip dengan penyanyi jebolan Indonesian Idol itu, muncul pada pekan lalu. Video berdurasi 19 detik tersebut, bahkan sempat membuat nama Gisella menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #Gisel

Pada tanggal 7 November 2020, seorang advokat bernama Febriyanto Dunggio, melaporkan viralnya video asusila mirip Gisel ke polisi. Yusri Yunus menuturkan, ada lima akun yang dilaporkan oleh Febriyanto.

Lalu pada keesokan harinya, advokat Pitra Romadoni Nasution, melaporkan tiga akun yang diduga menyebarkan video asusila mirip Gisel. 

Sehingga, total ada delapan akun media sosial yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya, karena diduga menyebarkan video panas tersebut.

"Seluruhnya akun media sosial Twitter," ucap Yusri.

Keduanya menduga, kedelapan akun itu telah melanggar Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 6 Juncto Pasal 29 Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.