Bukan Nambah, DKI Malah Mau Jual Saham Bir

Sammy
Bukan Nambah, DKI Malah Mau Jual Saham Bir

Jakarta, HanTer - Kabar tentang penambahan jumlah saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) ternyata tidak benar. Berbagai kalangan pun membantah kabar tersebut.

Sebelumnya diketahui, kabar itu muncul karena ternyata ada kesalahan input data dalam laporan keterbukaan informasi terkait pemilikan saham produsen Anker Bir tersebut.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, hal ini tak mungkin terjadi lantaran kondisi kas daerah yang sedang cekak imbas pandemi Covid-19. "Penambahan enggak ada, kami enggak punya uang masa nambah saham," ucapnya di Jakarta,

Politisi Gerindra ini menerangkan, Pemprov DKI justru berniat menjual seluruh kepemilikan saham perusahaan produsen bir tersebut. "Kami enggak punya dana. Malah tadinya kami mau jual (sahamnya, red)," ujarnya.

Dukung Dijual

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi menegaskan, Pemprov DKI Jakarta justru ingin men¬jual saham Delta sesuai dengan janji kampanye Anies.

"Tapi belum disetujui oleh DPRD DKI," terangnya di Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Namun, kata dia, fraksi PKS di DPRD mendukung rencana Anies untuk penjualan saham tersebut.  

Sementara itu, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Tony Rosyid mengemukakan, alasan utama Anies mengapa tak pernah berhenti berupaya menjual saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta tbk tersebut, karena ini aspirasi warga Jakarta. Warga Jakarta yang minta agar Anies jual saham Pemprov DKI itu. Warga Jakarta gak mau pemerintah DKI ikut bisnis haram. 

“Dan harus dimaklumi, warga DKI Jakarta mayoritas beragama Islam. Bagi umat Islam, minum bir itu haram, apalagi bisnis bir. Karena ini negara demokrasi, kita mesti hargai aspirasi itu. Terutama DPRD, harus buka telinga dan mau menyerap aspirasi mayoritas warga Jakarta itu. DPRD itu wakil rakyat. Bukan wakil PT. Delta Djakarta tbk. Ini yang harus diingatkan,” paparnya.

Menurut Tony, salah input data saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta tbk yang sedang ramai dibicarakan publik ini bisa menjadi momentum bagi warga DKI untuk mendesak DPRD agar menyetujui permintaan Anies, Gubernur Jakarta, menjual saham bir di PT. Delta Djakarta tbk tersebut. 

“Masyarakat mesti bicara ke media, dan memberi dukungan kepada Anies untuk menjual saham tersebut. Bila perlu, puluhan ribu massa datang ke gedung DPRD dan mendesak wakil rakyat itu menyetujui penjualan saham bir yang sudah tiga kali diajukan oleh gubernur DKI tersebut. Ingatkan pada para anggota DPRD bahwa mereka wakil rakyat, bukan wakil konglomerat,” ujar Tony. 

Sekretaris Badan Pembinaan BU¬MD DKI Jakarta, Riyadi menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks. "APBD sedang terkontraksi kok malah beli saham. Pemprov justru mau dijual," ucap Riyadi.

Direktur Registra, Lusiany Lugina menyampaikan klarifikasi lewat surat perbaikan laporan yang ditembuskan ke PT Delta. "Terjadi karena kesalahan penempatan angka pada kolom yang seharusnya pada laporan tersebut," kata Lusi seperti dikutip dari surat tersebut.

Diketahui, susunan pemegang saham DLTA adalah San Miguel Ma¬laysia sebesar 58,33 persen dan Pemda DKI sebesar 26,25 persen. Sedangkan sisanya yaitu 15,42 persen merupakan kepemilikan publik.

#Bir   #delta   #dki   #saham   #dprd