Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Kian Melandai

Sammy
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Kian Melandai
Ilustrasi aktivitas warga saat pandemi COVID-19 (ist)

Jakarta, HanTer - Tingkat positivity rate (temuan kasus baru) Covid-19 di Ibu Kota kian melandai. Hingga Kamis (12/11/2020) posisinya berada di angka 8,0 persen.

Adapun angka tersebut lebih baik dibanding dua hari sebelumnya, yaitu pada Rabu (11/11/2020) sebesar 8,5 persen dan Selasa (10/11/2020) sebesar 8,9 persen. Meski demikian, tingkat positivity rate saat ini masih tinggi dari yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sebesar lima persen.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,0 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,2 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Dwi mengatakan, sampai Kamis (12/11/2020) ini, jumlah kasus Covid-19 di DKI mencapai 115.174 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 106.189 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 92,2 persen, dan 2.414 orang meninggal dunia dengan tingkat keematian 2,1 persen. "Sedangkan tingkat kematian di Indonesia sebesar 3,3 persen," kata Dwi.

Sementara untuk penambahan kasus baru pada Kamis (12/11/2020) ini mencapai 831 orang. Hal itu terungkap setelah Dinas Kesehatan melakukan tes swab melakukan alat PCR kepada 8.718 orang.

"Dari jumlah itu, 7.887 orang dinyatakan negatif, sedangkan 831 positif. Lalu untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 131.213. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.712," ujarnya.

Saat ini, kata dia, kasus Covid-19 aktif di Jakarta mencapai 6.571 orang. Mereka masih ada yang dirawat di rumah sakit, dan ada juga yang masih menjalani isolasi.

Masyarakat

Disisi lain, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menggandeng pemberdayaan masyarakat di tingkat RT dan RW dalam percepatan penanganan Covid-19 di Ibu Kota. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani, mengatakan, instruksi itu memerintahkan para Camat dan Lurah agar memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh para Ketua RT/RW, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader Dasawisma. Selain itu, dinas juga telah membuat Pedoman RT/RW Siaga Pandemi Covid-19 sebagai panduan Ketua RT/RW dalam melaksanakan tugasnya.

"Dinas Kesehatan bekerjasama dengan DPPAPP (Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk) sudah melakukan pelatihan kepada kader PKK/Dasawisma sebagai pembekalan mereka untuk membantu memberikan edukasi masyarakat tentang pencegahan Covid-19," kata Fify di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Momentum Baik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menilai, wabah Covid-19 di Ibu Kota dapat menjadi momentum yang baik bagi pemerintah daerah dalam memupuk kebersamaan warga Ibu Kota. Hal ini berkaca pada total kasus Covid-19 di Jakarta yang paling tinggi dibanding daerah lain di Indonesia, dengan menembus 114.343 orang sampai Rabu (11/11/2020).

Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina mengatakan, pemerintah daerah harus memperkuat pondasi kebersamaan warganya dalam memberantas wabah Covid-19. Dia meyakini, sikap gotong royong karena adanya interaksi sosial yang baik dapat menekan penularan Covid-19.

"Pemerintah dapat melibatkan sarana yang ada melalui kelembagaan RT dan RW atau kumpul warga untuk membangun kebersamaan warga di lingkungannya masing-masing," ujar Wa Ode kepada wartawan pada Kamis (12/11/2020).