Polisi Buru Identitas Penyebar Video Asusila Mirip Gisel, Tiga Akun Sudah Dihapus

Danial
Polisi Buru Identitas Penyebar Video Asusila Mirip Gisel, Tiga Akun Sudah Dihapus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya mendalami identitas pemilik delapan akun, yang terbukti menyebarkan video porno mirip penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, polisi juga sedang merunut akun siapa yang pertama kali menyebarkan video tersebut. 

Namun dalam proses menggali identitas pemilik akun medsos tersebut, Yusri mengungkapkan, ada tiga akun yang dihapus oleh pemiliknya. 

"Walaupun dihapus, jejak digital itu tidak hilang. Akan terus kami kejar, kami undang nanti untuk diperiksa yang bersangkutan setelah diketahui pemilik akun tersebut," ungkap Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2020).

Setelah mendapatkan identitas pemilik akun, Polda Metro Jaya berencana memanggil Gisella Anastasia, yang diduga mirip pemain dalam video porno itu. 

"Pelan-pelan saja, nanti temasuk juga yang mirip di video itu dipanggil, kita tunggu hasil penyelidikannya," ujar Yusri. 

Dalam beberapa hari ini, masyarakat digegerkan dengan munculnya sebuah video porno yang pemainnya mirip dengan mantan istri Gading Marten itu. Video itu bahkan sempat membuat nama Gisella menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #Gisel. 

Menanggapi penyebaran video porno itu, seorang advokat bernama Febriyanto Dunggio, melaporkan lima akun media sosial Twitter karena diduga ikut menyebarkan video porno mirip Gisel, pada 7 November lalu. Keesokan harinya, advokat Pitra Romadoni Nasution ikut melaporkan tiga akun yang diduga menyebarkan video porno mirip jebolan kontes nyanyi Indonesian Idol itu. 

Keduanya menduga kedelapan akun penyebar video porno mirip Gisel itu telah melanggar Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat 1, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 6 Juncto Pasal 29 Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.