Jadi Tuan Rumah Kongres Penerbit Internasional November 2022

Anies: Jakarta Ambil Peran Penting dalam Industri Buku di Asia Pasifik

Anugrah
Anies: Jakarta Ambil Peran Penting dalam Industri Buku di Asia Pasifik
Gubernur DKI Anies Baswedan

Jakarta, HanTer - DKI Jakarta bakal menggelar hajat besar menjadi tuan rumah Kongres Asosiasi Penerbitan Internasional (IPA) ke-33. Rencananya kongres IPA akan diselenggarakan pada 11-13 November 2022 mendatang.

“Kami bahagia sekali untuk menyambut kedatangan para anggota IPA pada Kongres Penerbitan Internasional ke-33 nanti,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam sambutan tertulisnya yang diterima Redaksi, Senin (2/11).

IPA (International Publishers Association) International Publishers Association (IPA) adalah federasi asosiasi penerbit terbesar di dunia. Didirikan pada 1896, IPA adalah badan industri dengan mandat hak asasi manusia. Misi IPA adalah untuk mempromosikan dan melindungi penerbitan dan untuk meningkatkan kesadaran penerbitan sebagai kekuatan untuk pembangunan ekonomi, budaya, dan sosial.



Bekerja sama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) dan berbagai LSM internasional, IPA memperjuangkan kepentingan penerbitan buku dan jurnal di tingkat nasional dan internasional. Secara internasional, IPA secara aktif menentang penyensoran dan mempromosikan hak cipta, kebebasan untuk mempublikasikan (termasuk melalui IPA Prix Voltaire), dan literasi (www.internationalpublishers.org)

Anies menjelaskan, dengan menjadi tuan tumah Kongres IPA tersebut, Jakarta telah mengambil peran penting dan menunjukkan kesiapan untuk menjadi jembatan perkembangan industri buku di wilayah Asia Pasifik, dimana 60 persen populasi dunia berada.

“Kami siap untuk menyelenggarakan acara internasional bergengsi ini dan menjadi tempat bertemunya para pemangku kepentingan di bidang perbukuan untuk menciptakan ide-ide kreatif dan menyiapkan Asia Pasifik sebagai pusat perkembangan dunia di masa depan,” terang Gubernur Anies.

Jakarta merupakan kediaman bagi lebih dari 10 juta warganya, dan telah lama menjadi pusat literatur, budaya, dan kesenian. Ibu kota Indonesia ini juga memiliki 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit, dan 30 persen dari seluruh toko buku modern Indonesia ada di kota ini. Setiap tahun, industri penerbitan Indonesia yang ditopang oleh lebih dari 5.000 penerbit menghasilkan 120.000 judul, menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen buku terbesar di Asia Tenggara.

Untuk itu, Gubernur berharap agar Kongres Penerbitan Internasional ke-33 berjalan sukses dan turut berdampak bagi tanah air.

“Jakarta sudah terbukti sebagai tempat perhelatan kegiatan-kegiatan internasional. Semuanya berjalan sukses dan gemilang. Kami yakin bahwa Kongres Penerbitan Internasional ke-33 ini juga akan sukses dan membawa perubahan signifikan untuk industri penerbitan di tanah air,” lanjut Anies.



Sementara Wakil Presiden Asosiasi Penerbit Internasional, Bodour Al Qasimi menyatakan antusiasmenya dalam menyambut Jakarta sebagai tuan rumah Kongres Penerbitan Internasional ke-33.

“Kami sangat senang (Kongres) 2022 ini dapat dilaksanakan di Jakarta. Pasar penerbitan Indonesia berkembang dengan pesat, signifikan, dan memiliki kesempatan besar untuk menjadi kekuatan penerbitan di Asia masa depan. Visi Indonesia untuk Kongres Penerbitan Internasional 2022 sangat menarik dan kami sangat menantikan hal tersebut untuk diwujudkan,” terang Bodour Al Qasimi.

Ketua Harian Komite Jakarta Kota Buku, Laura Prinsloo turut menyatakan harapannya agar Kongres ini nanti dapat menciptakan ide-ide dan gagasan baru untuk masa depan, mengingat Indonesia bersama industri penerbitan global lainnya, sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 ini.

“Kami telah melihat dan mendengar banyak sekali inisiatif dari para penerbit di seluruh dunia yang tengah berjuang melawan situasi ini. Kami berharap kongres yang akan diadakan ini akan meningkatkan semangat industri ini dan akan menjadi platform untuk mendiskusikan hal ini, yang semoga akan menguntungkan para penerbit dan menciptakan inovasi-inovasi menarik untuk masa depan,” harap Laura Prinsloo.

Sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta sendiri telah membentuk kepanitiaan untuk proyek Jakarta sebagai Kota Buku dari 2020-2022. Panitia ini terdiri dari Yayasan 17000 Pulau Imaji, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Dewan Perpustakaan Jakarta, Forum Komunitas Perpustakaan Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan di industri kreatif.

Jakarta merupakan kota pertama di Indonesia yang terlibat pada pemilihan UNESCO World Book Capital City 2022. Lebih dari 200 program telah direncanakan untuk beberapa tahun ke depan yang bertujuan menjadikan Jakarta sebagai penghubung industri penerbitan dan industri kreatif di tingkat nasional dan internasional. (www.jakartabookcity.com).

Tim Jakarta Kota Buku yang menjadi bagian dari IPA Congress 2022 terdiri dari sejumlah perangkat daerah di Provinsi DKI Jakarta, para pelaku dunia perbukuan, literasi dan industri penerbitan. Saat ini, tim Jakarta kota buku telah menjadi bagian dari Jakarta City of Collaboration.

"Kami bekerja sama dengan mereka untuk meningkatkan kualitas literasi warga sekaligus memperbaiki iklim dunia industri penerbitan. Kedua hal ini sangat berkait erat. Literasi warga sangat bergantung kepada buku yang mereka baca penerbit bisa menerbitkan buku-buku berkualitas karena didukung oleh iklim yang sehat, seperti nilai-nilai demokrasi, kebebasan berbicara, dan perekonomian yang tumbuh merata," lanjut Gubernur Anies.

Di tengah persiapan mencalonkan diri menjadi kota buku dengan berbagai inisiatif dan aktivitas literasi yang telah direncanakan untuk tiga tahun ke depan, Jakarta terus bergerak secara agressif. Sebelumnya, Indonesia telah mencetak prestasi sebagai Tamu Kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015 dengan berhasil terpilih sebagai Market Focus Country pada London Book Fair 2019. Kedua acara besar ini telah berperan dalam upaya peningkatan perdagangan internasional.