Tuduhan Dalangi Aksi Demo Tak Berdasar, Berbagai Kalangan Bela Gubernur Anies 

Sammy
Tuduhan Dalangi Aksi Demo Tak Berdasar, Berbagai Kalangan Bela Gubernur Anies 

Jakarta, HanTer - Berbagai kalangan membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atas adanya tudingan menjadi dalang dari aksi demo rusuh tolak  Undang-Undang Omnibus Law pada tanggal 8 Oktober 2020.

Sosiolog Senior Dr Musni Umar menyebutkan bahwasanya unjuk rasa di Balaikota tersebut merupakan massa bayaran. Tujuannya, untuk merusak reputasi Gubernur DKI Jakarta.

"Apa masuk akal Anies dalangi demo? Bahkan hingga adanya pengrusakan fasilitas yang dibangunnya?" kata Musni di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Untuk melihat kebenaran sesungguhnya, Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu pun mendesak agar CCTV yang berada di fasilitas publik untuk segera dibuka.

"Untuk membuktikan, lihat CCTV. Bahkan saya mendesak supaya CCTV di buka ke publik untuk mengetahui siapa yang merusak dan bakar fasilitas umum di DKI dalam demo di DKI beberapa waktu lalu," pungkasnya.

Untuk diketahui, sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Jaga Indonesia sempat menggeruduk Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu kemarin (28/10/2020).

Bahkan, mereka sempat menyebut Anies Baswedan sebagai dalang dari aksi demonstrasi di DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang berbuntut pada kerusuhan.

Dipolitisasi

Tak hanya itu, pembelaan terhadap adanya tudingan terhadap Anies Baswedan kerap disuarakan oleh partai Gerindra DKI.

"Pertama, prinsip, tidak ada seorang pun pemimpin yang ingin wilayahnya rusak, properti rusak. Tidak ada pemimpin yang membuatkan warganya melakukan tindakan anarkis dan sebagainya. Ketiga, tidak ada pemimpin yang ingin rakyat susah," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta S Andyka di Jakarta,

Andyka juga meminta agar isu seperti itu tak digulirkan apalagi dipolitisasi. Dia juga mengatakan bahwa Pilkada DKI masih sangat lama. "Pilkada masih lama. Jangan politisir," imbuhnya.

Menurutnya, Anies tidak memiliki kepentingan dalam aksi rusuh. Anies, kata Andyka, sudah memiliki peran sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Anies tidak punya kepentingan untuk itu. Cari panggung? Anies sudah ada panggung, bukan Anies cari panggung tapi panggung cari Anies, panggung cari A Riza (Wagub DKI Jakarta)," katanya.

Andyka mengemukakan kalau tuduhan itu tidak benar, maka orang yang keluarkan pendapat, tuduhan, fitnah harus diproses. Karena kebebasan pendapat bukan berarti kebebasan semaunya.

Pencemaran

Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) mengingatkan warga tertentu untuk tidak menuduh sembarangan Gubernur DKI Anies Baswedan membiayai demo di Jakarta.

Inisiator LAJ Agung Nugroho menegaskan tuduhan Anies mendalangi demo buruh dan mahasiswa menolak pengesahan UU Cipta Kerja merupakan pelanggaran hukum terkait pencemaran nama baik.

"Itu pernyataan sumir dan tidak ada bukti sama sekali," ujar Agung dalam keterangan pers diterima di Jakarta, Kamis.

Agung menyatakan Anies Baswedan pada saat demonstrasi mendatangi lokasi pembakaran halte busway yang merupakan aset Pemprov DKI dan berdialog dengan para pendemo.

"Soal mendatangi lokasi pembakaran halte busway itu tanggung jawab Gubernur sebagai pimpinan Pemprov DKI. Sementara dialog Anies dengan pendemo itu cara dan gaya Anies sebagai Gubernur bagaimana meredakan situasi agar kembali kondusif dan terbukti berhasil," jelas Agung.

Sementara itu, terkait tuduhan adanya ambulans membawa logistik dan makanan, Agung mengatakan itu merupakan tuduhan tanpa dasar.

Agung justru mensinyalir adanya muatan politik dari demo tersebut.

Agung yang juga Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) meminta semua pihak untuk bersabar dan tidak mengganggu fokus Pemprov DKI dibawah komando Anies Baswedan dalam penanggulangan wabah COVID-19.

#Anies   #gubernur   #demo   #buruh   #mahasiswa