Anies Ingatkan Warga, Usai Libur Panjang Kasus Covid Melonjak

Sammy
Anies Ingatkan Warga, Usai Libur Panjang Kasus Covid Melonjak
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warganya, bahwa Ibu Kota pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat libur panjang pada Agustus 2020 lalu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini lantas meminta, masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman 1,5-2 meter dan mencuci tangan.

"Terkait dengan libur panjang. Pengalaman kita di bulan Agustus, ketika ada libur panjang, maka terjadi lonjakan kasus dua minggu berikutnya," kata Anies saat kegiatan Coffe Morning di Polda Metro Jaya pada Senin (26/10/2020).

Anies mengatakan, kenaikan kasus itu juga pernah terjadi pada bulan Mei 2020 lalu. Karena itu, di akhir Oktober Anies menganjurkan warganya untuk menaati seluruh protokol kesehatan Covid-19.

"Penularan itu tidak hanya terjadi di wilayah publik. Penularan itu banyak terjadi justru di arena keluarga. Jumlah klaster keluarga itu melonjak," jelas Anies.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta meminta warganya untuk belajar dari pengalaman lonjakan kasus yang terjadi pada libur panjang pada Agustus 2020 lalu. Banyaknya warga yang berlibur ke berbagai daerah saat itu, membuat kasus Covid-19 naik dari kisaran 600 orang menjadi 1.000 orang.

Tetap Dirumah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, mengatakan, terdapat lima hari libur panjang pada akhir Oktober 2020 karena bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29/10/2020). Hari libur itu dimulai dari cuti bersama pada Rabu (28/10/2020) sampai Minggu (1/11/2020).

Kata dia dalam kondisi pandemi seperti ini, tentu pilihan terbaik tetap berada di rumah bersama keluarga. Dwi menganjurkan hal itu karena berkaca pada lonjakan kasus Covid-19 di DKI yang terungkap pada Minggu 30 Agustus 2020 silam.

Saat itu kasus Covid-19 melonjak hingga 1.114 orang, akibat warga Jakarta banyak yang berwisata ke sejumlah daerah saat libur panjang pada periode 16-23 Agustus 2020 lalu.

"Dua minggu setelah libur panjang saat itu, kasus meningkat sekitar 1,6 kali dari rata-rata kasus harian," kata Dwi.

Menurutnya, lonjakan itu membuat kasus harian Covid-19 di Jakarta cenderung berada di angka 900-1.000 orang sampai sekarang. Padahal sebelumnya, kasus harian Covid-19 di Ibu Kota bertengger di angka 600-an per hari.

"Setelah dua minggu periode libur panjang itu kita (angkanya) naik di kisaran 1.000 kasus baru, dan secara konsisten menetap di angka 900 dan 1.000 terus," ungkapnya.

#Corona   #covid-19   #mudik   #libur   #maulid   #nabi   #muhammad   #jayarayacovid