Anies Terapkan PSBB Transisi, Ekonomi Jakarta Mulai Bergairah Kembali

Harian Terbi/Sammy
Anies Terapkan PSBB Transisi, Ekonomi Jakarta Mulai Bergairah Kembali

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah angka kasus positif dan aktif COVID-19 mengalami pelambatan kenaikan dalam sepekan terakhir.

Dilansir melalui keterangan tertulis di www.ppid.jakarta.go.id, Minggu, kebijakan PSBB Transisi berlaku mulai 12 - 25 Oktober 2020.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta, kasus positif dan kasus aktif mengalami pelambatan kenaikan meski masih terjadi peningkatan penularan.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan keputusan ini didasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Anies menyampaikan kasus aktif meningkat hanya 3,81 persen atau sebanyak 492 kasus dibanding sebelumnya meningkat 9,08 persen atau 1.074 kasus.

"Pada periode 26 September sampai 9 Oktober 2020, kembali terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya, di mana jumlah kasus positif meningkat 22 persen atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31 persen atau sebanyak 16.606 kasus," kata Anies di Jakarta, Minggu.

Anies mengemukakan angka kejadian kematian pada kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jakarta pun menurun dalam dua pekan terakhir.

Anies mengatakan laju kematian juga menurun bila dibandingkan dengan angka prediksi tanpa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat mencapai 28 orang per hari. Namun pada realisasi, kata Anies, saat ini laju kematian mencapai 18 orang per hari.

Patut Diapresiasi

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengungkapkan, para pengusaha Jakarta menyambut baik dan gembira diberlakukannya PSBB Transisi yang efektif berlaku mulai tanggal 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur No.102 Tahun 2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

"Setidaknya ekonomi Jakarta mulai bergairah kembali sekalipun masih dalam batasan jumlah 50%, berbagai sektor usaha jasa seperti hotel, restoran, café, rumah makan, pertokoan, mall, pusat perbelanjaan, pasar rakyat, pergudangan, pabrik, pusat wisata/rekreasi, UKM di lokbin, salon/barbershop dapat beroperasi kembali," ungkapnya di Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Rasa optimisme pengusaha kembali muncul dengan diberlakukannya kembali PSBB Transisi, tentu dengan harapan agar jangan lagi kembali ke PSBB yang diperketat.

"Tugas kita bersama untuk selalu disiplin melaksanakan protocol kesehatan sehingga angka penyebaran virus covid 19 terkendali dan semakin menurun, sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih longgar lagi. Cas flow pengusaha sudah semakin mengkawatirkan, kewajiban bulanan tidak lagi seimbang dengan pemasukan yang ada, jika PSBB diperketat terlalu berkepanjangan maka tidak tertutup kemungkinan akan banyak pengusaha yang gulung tikar dan angka pengangguran semakin bertambah" terang Sarman.

Ia berharap, semoga dengan PSBB transisi ini menambah semangat pengusaha untuk mampu bertahan dimasa pandemic covid 19 ini.

"Sembari kita mendoakan agar proses ujicoba vaksin covid 19 berjalan lancar sehingga dapat segera direalisasikan. Kita pelaku usaha berharap agar momentum Natal dan Tahun baru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya beli/konsumsi rumah tangga,sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 ke arah pertumbuhan yang positif, tentu dengan kebijakan yang sudah longgar dan normal," terang dia.

Adapun dalam masa PSBB Transisi ini pihaknya juga berharap agar Pemerintah jangan lengah untuk melakukan pengawasan, sosialisasi serta penindakan secara tegas termasuk melalukan sidak berkala.

"Bagi kami Pengusaha PSBB Transisi ini menjadi pertaruhan agar angka penyebaran Covid 19 tidak semakin naik namun semakin menurun dan terkendali. Sehingga, kita ingin secara pelan dan pasti pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih longgar menuju normal dimana berbagai aktivitas ekonomi, bisnis dan usaha berjalan normal kembali dan masyarakat sebagai konsumen tidak ragu dan takut menjalankan berbagai aktivitasnya diluar rumah," ungkap Sarman.

Dukung

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin, turut mendukung kebijakan Anies Baswedan. Ia menilai kebijakan PSBB sudah tepat untuk menyelamatkan warga Jakarta dari kematian yang diakibatkan virus Corona.

"Pasalnya, penyebaran penyakit asal kota Wuhan itu di Jakarta sudah melebihi batas yang sudah ditetapkan WHO," ungkap Direktur Ekskutif Indonesia Political Review di Jakarta, Minggu (11/10/2020).

#PSBB   #Jakarta   #anies   #corona   #covid-19