Berusaha Kabur di Dor Polisi, Tukang Bakso Culik dan Setubuhi Anak Difabel 

Harian Terbit/Danial
Berusaha Kabur di Dor Polisi, Tukang Bakso Culik dan Setubuhi Anak Difabel 
Ilustrasi (ist)

Seorang tukang bakso berinisial PBA (39) ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, setelah menculik dan menyetubuhi anak berkebutuhan khusus di Jakarta Pusat (Jakpus). Selama 23 hari penculikan berlangsung, tersangka sudah menyetubuhi korban sebanyak 14 kali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tersangka sudah menculik korban selama 23 hari dan membawanya dari Jakarta ke Jawa Timur (Jaktim). Pencabulan pertama disebut Yusri, dilakukan di kosan tersangka, yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Pusat.

"Tersangka datangi korban di Danau Sunter dan diiming-imingi pekerjaan dan dibawa ke kosan tersangka. Disana korban dicabuli oleh tersangka," ungkap Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Pagi harinya, tersangka kembali menjual bakso dan korban dikurung di kosannya. Setidaknya selama di kosan itu korban disetubuhi sebanyak tiga kali.

Aksi penculikan itu berlanjut hingga ke wilayah Jawa Timur. Menggunakan sepeda motor, pelaku membawa korban ke wilayah Boyolali dan menginap selama dua hari.

"Korban dibawa tersangka ke Jombang, Jawa Timur dan mampir di Boyolali dua hari. Sempat disana dilakukan pencabulan oleh tersangka, setelah itu dibawa ke Jombang," jelas Yusri.

Selanjutnya, tersangka kembali membawa korban ke Jombang, Jawa Timur dan menginap di sebuah kos-kosan. 

14 Kali

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyebut total sudah ada 14 kali aksi pencabulan, yang dilakukan oleh tersangka terhadap anak dibawah umur itu.

"Tersangka melakukan penculikan ke anak di bawah umur, selama dilakukan penculikan tersebut, fakta hasil BAP tersangka dan korban setidaknya dilakukan 14 kali persetubuhan, selama pelarian 23 hari," beber Calvijn.

Seperti diketahui, seorang anak berkebutuhan khusus berinisial A (16), diduga menjadi korban penculikan di Kemayoran, Jakarta Pusat. Anak tersebut hilang sudah sejak 8 September 2020 yang lalu.

Pihak keluarga korban menyebar informasi terkait anaknya ke tempat-tempat umum, bahkan ke media sosial hingga informasi mengenai hilangnya anak itu viral di lini masa. Keluarga korban juga sudah melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 E Juncto Pasal 82 dan atau Pasal 76 F Juncto Pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ia terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Ditembak

Anggota Kepolisian menembak kaki PBA (39) karena melawan dan berusaha melarikan diri saat dilakukan penangkapan. "Saat dilakukan penangkapan, tersangka melawan dan mencoba melarikan diri. Tim akhirnya melakukan tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Senin.

Yusri menjelaskan PBA kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran menculik dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang anak berkebutuhan khusus yang berinisial A (15).

Polisi menangkap PBA di kamar indekosnya di daerah Jombang, Jawa Timur. Dalam penangkapan itu pihak Kepolisian juga berhasil mengamankan A.