Polisi Ringkus K Beli Permen Ganja dari Amerika Serikat

Danial
Polisi Ringkus K Beli Permen Ganja dari Amerika Serikat
Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto

Jakarta, HanTer - Tim dari Polres Jakarta Pusat yang telah berhasil meringkus pria paruh baya berinisial K di sekitar kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, dan terus melakukan pengembangan kasus, Senin (28/9/2020).

Untuk diketahui, K ditangkap lantaran kedapatan membeli permen yang mengandung narkotika jenis ganja dari Amerika Serikat.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto menjelaskan, satu minggu sebelum penangkapan anggota Sat Narkoba Polrestro Jakarta Pusat mendapat informasi dari petugas Bea Cukai, yang memberikan bahwa ada paket mencurigakan dari Amerika Serikat yang diduga narkotika. Setelah itu anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan monitoring, surveilance dan melakukan penyelidikan di sekitar TKP.

Akhirnya pada Jumat, 28 Agustus 2020 sekitar pukul 14.10 WIB setelah tersangka penerima paket dari pihak kantor pos, petugas langsung mengamankan K di rumahnya di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

“Pada saat penangkapan dan penggeledahan badan serta pakaian tersangka, anggota menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik warna hitam bertuliskan Nutra Revive yang di dalamnya berisi permen warna merah dan hijau yang diduga narkotika dengan berat bruto 230,7 gram di dalam plastik bening dan satu unit handphone Samsung S10 beserta dua kartu SIM-nya,” ujar Heru.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tersangka membeli satu bungkus plastik warna hitam bertuliskan Nutra Revive yang di dalamnya berisi permen warna merah dan warna hijau yang diduga narkotika dari situs darknet seharga 200 USD pada Juni 2020 lalu. Heru menambahkan, dari hasil laboratorium urine pelaku tidak mengandung narkotika.

“Hasil lab nya negatif. Jadi dia belum sempat mengonsumsi keburu ketahuan kita,” tegas Heru.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 (2) sub Pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman, pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkas Heru.