Gandeng UI, Badan Litbang Perhubungan Respon Cepat Kaji Penguatan Standar Kesehatan

Romi
Gandeng UI, Badan Litbang Perhubungan Respon Cepat Kaji Penguatan Standar Kesehatan
Ilustrasi

Jakarta, HanTer – Sejauh ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total selama dua pekan terhitung sejak per 14 September 2020. 

Tentunya kebijakan ini berdampak bagi sejumlah industri termasuk industri transportasi khususnya transportasi udara, karena di transportasi udara cukup memegang peran dalam arus mobilisasi penumpang antar wilayah sehingga moda ini dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap dapat menggerakan roda perekonomian.

Nah, guna memastikan penerbangan berlangsung aman, Badan Litbang Perhubungan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) melakukan kajian standar kesehatan di pesawat udara dan prasarana transportasi udara dalam masa pandemi Covid-19 sebagai langkah respon cepat. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti dalam acara Webinar Series #2 mengatakan kondisi pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Perhubungan sebagai regulator bidang transportasi untuk menetapkan kebijakan sesuai perkembangan situasi.

Lebih lanjut dijelaskan Hayati Kebijakan mengenai transportasi udara telah diadaptasi sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kajian standar kesehatan yang dirancang menyesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai aturan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan, dan merujuk pada ketetapan internasional," jelasnya, baru-baru ini.

Menurut Hayati, rekomendasi awal terhadap standar kesehatan penumpang di bandar udara dan di pesawat yaitu adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat dan diawasi dengan baik oleh petugas yang berwenang, rekayasa pengaturan kursi untuk physical distancing, pembatasan kapasitas penumpang, bagasi kabin, hingga pengaturan pembagian makanan, dan pengaturan proses naik dan turun pesawat.

Hayati menyebut Kementerian Perhubungan terus melakukan perbaikan dalam pembuatan kebijakan selama masa pandemi ini dimana hal ini perlu kerjasama antar stakeholders transportasi termasuk akademisi.

"Kerjasama antar stakeholders yang dimaksud adalah upaya berbagai pihak misalnya dalam hal ini kolaborasi pemerintah dan akademisi untuk melakukan kajian dan rekomendasi kebijakan. Kemudian kerjasama antara pemerintah, pihak swasta, maskapai, bandara, hingga penumpang yang secara kompak berfokus pada perbaikan dan keamanan bersama," ujar Hayati.

Hayati menekankan, selain dari pihak penyedia transportasi udara, dibutuhkan kerjasama masyarakat dan penumpang untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. 

“Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan pada sektor transportasi udara telah berdasarkan kajian penelitian mendalam. Namun dibutuhkan kerjasama antar lembaga dan masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan supaya pelaksanaannya berjalan maksimal,” lanjut Hayati.

Skenario pemulihan industri penerbangan melalui relaksasi industri penerbangan telah di mulai pada tahun ini dengan komitmen terhadap protokol kesehatan dan persiapan Post-Covid. 

Selain berfokus pada keamanan dan keselamatan masyarakat pada transportasi udara, pemerintah akan terus berupaya mendukung maskapai sehingga mampu bertahan dan berkontribusi membantu pemulihan ekonomi. 

#Badan   #Litbang   #Perhubungan   #Gandeng   #UI