Terkait Corona, Anies Diminta Konsisten Tutup Gedung Perkantoran 

Sammy
Terkait Corona, Anies Diminta Konsisten Tutup Gedung Perkantoran 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk konsisten terhadap pernyataannya yang menyebut akan menutup gedung perkantoran apabila ada temuan kasus Corona. Sebab, saat ini perkantoran turut menjadi salah satu klaster penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Kita tahu, yang menjadi klaster ini kan timbulnya dari perkantoran. Oleh karena itu Pak Gubernur harus konsisten dengan statmentnya, jika dalam aktivitas ditemukan kasus positif, maka seluruh usaha dan kegiatan harus ditutup, bahkan tidak hanya kantor, tapi satu gedung itu yang harus ditutup selama 3 hari," ujar Zita di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

PSBB ketat yang mulai berlaku hari, Anies mengizinkan perusahaan selain 11 sektor yang dikecualikan untuk beroperasi dengan kapasitas dibatasi maksimal 25 persen. Aturan itu berubah dari rencana awal Anies yang meminta perusahaan selain 11 sektor agar karyawannya bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Sebelumnya, kapasitas perkantoran di DKI Jakarta, baik pemerintah maupun swasta, untuk dua pekan ke depan diatur sebesar 25 persen. Bilamana ditemukan ada kasus positif virus Corona, gedung perkantoran itu akan ditutup setidaknya selama tiga hari.

600 Ribu Orang

Sementara itu, sekitar 500.000-600.000 pekerja diprediksi beraktivitas saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku pada Senin (14/9/2020). Seluruh karyawan itu berasal dari puluhan ribu perusahaan yang ada di Ibu Kota.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengaku, tak bisa membeberkan angka pasti jumlah karyawan yang bekerja di Jakarta saat PSBB. Alasannya, data karyawan yang masuk saat PSBB merupakan dokumen rahasia pemerintah.

"Itu data rahasia kami, nggak mungkin dibuka. Sebenarnya kalau bilang secara estimasi bisa dilihat dari data wajib lapor,” kata Andri, Senin (14/9/2020).

Menurut Andri, jumlah perusahaan di Jakarta ada 79.849 perusahaan dengan total karyawan sekitar 2.000.000 orang. Bila perusahaan non-esensial mengikuti kebijakan pemerintah soal mempekerjakan karyawan maksimal 25 persen, jumlah karyawan yang bekerja di Jakarta sekitar 500.000 orang.

Sementara bagi perusahaan esensial di 11 sektor usaha, diperbolehkan mempekerjakan karyawan maksimal 50 persen di tempat kerjanya.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta