Anies Gembok Jakarta, Jangan Khawatir Peran Aktif Masyarakat Mampu Putus Penyebaran Covid-19

Anu
Anies Gembok Jakarta, Jangan Khawatir Peran Aktif Masyarakat Mampu Putus Penyebaran Covid-19
Pemkot Jakbar saat melakukan sosialisasi terkait keputusan Pemprov DKI memberlakukan PSBB Ketat.

Jakarta, HanTer - Tingginya penambahan kasus positif yang mencapai ambang batas ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terpaksa menarik rem darurat dengan melaksanakan PSBB ketat kembali yang berlaku mulai 14 September 2020. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pelaksanaan PSBB Ketat dengan membatasi seluruh kegiatan perkantoran dan kegiatan di fasilitas umum dengan pengecualian 11 kegiatan vital, antara lain bidang kesehatan, bahan pangan, energi, telekomunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas public, dan industry yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, warga juga diminta kembali berkegiatan dari rumah, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau komplek dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi, tidak diperbolehkan buka.

"Sesuai dengan arahan gubernur, semua wilayah termasuk Jakarta Barat tentunya wajib melaksanakannya," kata Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Yunus Burhan, Jumat, 11 September 2020. Melalui Gugus Tugas Kecamatan, Kelurahan dan RW, sambungnya, Pemkot Jakarta Barat akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan PSBB Ketat Kembali.

Tak hanya itu, sosialisasi 3 M secara massif dengan mengajak tokoh agama juga akan dilakukan sesuai arahan gubernur Anies Baswedan. "Razia rutin bersama 3 Pilar terhadap warga yang tidak melaksanakan protokol kesehatan dan warga yang berkerumun dan pengawasan kegiatan diluar 11 sektor yang vital yang diperbolehkan, juga secara rutin akan dilakukan," tambah Yunus.

Namun, tambah Yunus, semua hal tersebut tentu saja tidak dapat dilakukan sendirian oleh Pemprov DKI maupun Pemkot wilayah masing-masing. Dirinya menilai, pentingnya peran aktif masyarakat dalam memutus penyebaran covid-19. Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Barat memberdayakan semua potensi yang ada di masyarakat, yaitu dengan membentuk dan memaksimalkan satu rumah satu kader Covid-19, membentuk sarana komunikasi media social (Whatsapp, telegram, dll) di tiap RT sehingga informasi sampai kepada seluruh masyarakat.

"Juga dengan memberdayakan kader dasawisma dan jumantik untuk mengawasi dan sosialisasi. Juga melindungi dan selalu monitor warga rentan. Intinya, semua yang menjadi arahan dari gubernur wajib dijalankan," tandas Yunus.