Pembangunan Fisik Ibu Kota Baru Boleh Dihentikan, Tapi Perencanaan Harus Tetap Jalan

Safari

Jakarta, HanTer - Pandemi Covid-19 terus berlangsung di Tanah Air. Bahkan kasus positif Covid-19 mencapai angka 207 ribu kasus. Akibatnya pemerintah menunda pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur atau Ibu Kota Negara (IKN) yang sebelumnya menjadi program prioritas pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin

 

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti (Usakti), Yayat Supriyatna mendukung kebijakan pemerintah menunda pembangunan ibu kota baru tersebut. Yayat pun sepakat dengan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno yang meminta pemerintah pusat untuk fokus memutus mata rantai virus Corona atau  Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

"Sudah bagus. Memang lebih bagus kita pending (Ibu Kota Negara) sambil persoalan bencana (Covid-19) ini diselesaikan," ujar Yayat, saat dihubungi, Kamis (10/9/2020).

 

Yayat menjelaskan, pembangunan fisik IKN memang dihentikan, namun, tahapan perencanaan tidak boleh berhenti. Oleh karena itu Yayat meminta pemerintah agar mempersiapkan master plan, urban design, perencanaan struktur ruang tata kota, serta fasilitas umum seperti sarana transportasi dan jalan.

 

"Jadi yang paling penting di masa transisi sekarang ini ketika dilanda bencana Covid-19, fokus kepada penanganan Covid-19 dulu," tuturnya.

 

"Kedua fokus dalam konteks perencanaan sinergi rencana yang dibuat Bappenas, rencana yang dibuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang," tambahnya.

 

Yayat menilai, sejauh ini terdapat kekurangan dari sisi perencanaan di proyek IKN. Di antara yang kurang dalam proyek IKN adalah konsolidasi perencanaan. Karena hingga kini masih belum ada titik temu master plan yang dibuat Bappenas, design yang dibuat oleh PUPR maupun tata ruang dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.

 

Selain itu, lanjut Yayat, peran pemerintah pusat terlalu dominan dibandingkan pemerintahan daerah. Seharusnya pemerintah pusat juga mengakomodasi keinginan pemerintah daerah. Yayat optimistis apabila perbedaan disatukan dan disamakan visi-misi serta rencana pembangunan ibu kota negara, maka persoalan teknis bisa diselesaikan.

 

"(Pembangunan,-red) ibu kota negara tetap jalan. Tidak boleh mundur. (Saya,-red) optimis dengan ini," tegasnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengapresiasi upaya pemerintah menunda rencana pembangunan ibu kota di Kalimantan Timur. Alasan pemerintah menunda itu pun dianggap tepat dalam upaya memutus mata rantai virus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

"Kami mengapresiasi keputusan pemerintah untuk menunda proses pemindahan ibu kota, mengingat penanganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sejatinya adalah program prioritas pemerintah," ujar Eddy Soeparno, Rabu (9/9/2020).

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR ini berpendapat, bukan saja dari aspek anggaran yang perlu difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan PEN, tetapi juga perhatian, tenaga dan pemikiran tidak boleh terpecah. Apalagi, lanjut dia, pemerintah perlu tambahan anggaran untuk produksi vaksin dan obat anti Covid-19, termasuk proses vaksinasinya.

 

Hal tersebut tentu membutuhkan banyak biaya. Oleh karena itu gerak cepat pemerintah menunda pembangunan ibu kota di Kalimantan Timur dinilai sudah tepat.

"Belum lagi jika vaksinasi harus dilakukan lebih dari satu kali untuk masyarakat," kata Legislator Dapil Bogor dan Cianjur ini.

 

Ia yakin, pascapenanggulangan Covid-19 dan PEN, pemerintah akan memulai proses pengembangan ibu kota baru kembali dengan mempertimbangkan kesiapan dan kesanggupan anggaran.

 

"Mengingat kita menerbitkan utang baru yang jumlahnya signifikan untuk membiayai penanganan Covid-19, PEN serta defisit anggaran 2020 sampai dengan 2023," paparnya.

 

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan rencana pembangunan ibu kota baru ditunda untuk tahun depan. Akan tetapi, pemerintah akan tetap melanjutkan pembahasan master plan hingga pembangunan infrastruktur dasar di ibu kota baru tersebut.