Anies Kembali Berlakukan PSBB Total: Perkembangan Covid-19 Mengkhawatirkan, DKI Dalam Keadaan Darurat

Alee
Anies Kembali Berlakukan PSBB Total: Perkembangan Covid-19 Mengkhawatirkan, DKI Dalam Keadaan Darurat

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan perkembangan kasus penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini, kata Anies, terlihat setelah tingginya rataan kasus positif (positivity rate) di Jakarta yang mencapai 13,2 persen dalam sepekan terakhir membuat kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta hampir penuh.

"Situasinya mengkhawatirkan dalam satu pekan terakhir, angka positivity rate di Jakarta itu 13,2 persen satu minggu terakhir, kemudian kapasitas rumah sakit yang ada batasnya nyaris penuh," ucap Anies di Jakarta, Rabu.

PSBB Total

Anies Baswedan resmi "menginjak rem darurat" yang mencabut kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

"Dengan melihat keadaan darurat ini di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi. Inilah rem darurat yang harus kita tarik," kata Anies dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut bagi Jakarta, karena tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus COVID-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

"Dalam dua pekan angka kematian meningkat kembali, secara persentase rendah tapi secara nominal angkanya meningkat kembali. Kemudian tempat tidur ketersediaannya maksimal dalam sebulan kemungkinan akan penuh jika kita tidak lakukan pembatasan ketat," ucap Anies dilansir Antara.

Pemberlakuan kembali PSBB yang diperketat ini mulai 14 September 2020 namun belum diketahui kapan berakhirnya.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, kasus aktif di Jakarta yang masih dirawat atau diisolasi sampai saat ini Rabu (9/9) sebanyak 11.245. Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 49.837 kasus, sementara 37.245 orang dinyatakan telah sembuh dan total 1.347 orang meninggal dunia.

Sementara itu, untuk data tempat tidur, berdasarkan data yang diterbitkan Dinas Kesehatan DKI pada Rabu (8/9), untuk isolasi harian COVID-19 di 67 RS rujukan adalah sekitar 77 persen dari kapasitasnya saat ini sebanyak 4.456 tempat tidur.

Dengan demikian, hanya tersisa sekitar 1.024 tempat tidur isolasi harian untuk penanganan paparan dari Virus Novel Corona jenis baru ini.

Sementara itu, okupansi tempat tidur ICU mencapai 83 persen dari kapasitasnya sejumlah 483 tempat tidur, atau hanya menyisakan sekitar 83 unit ICU di 67 Rumah Sakit Rujukan untuk penanganan paparan Virus Novel Corona jenis baru ini.

"Rumah sakit ada batasnya, bila jumlah yang membutuhkan perawatan makin hari makin banyak di atas kemampuan kapasitas rumah sakit dan jumlah tenaga medis, maka kita akan menghadapi masalah besar," ujar Anies.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta