Pengetatan Secara Lokal Dilakukan Untuk Tekan Jumlah Positif COVID-19 di Jakarta

Oni
Pengetatan Secara Lokal Dilakukan Untuk Tekan Jumlah Positif COVID-19 di Jakarta
Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Yunus Burhan (kanan), bersama Wakil Walikota Jakarta Barat, M Zen (kiri), saat melakukan rapim secara daring

Jakarta, HanTer - Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Yunus Burhan, mengungkapkan, berdasarkan hasil Rapat Pimpinan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara daring, Selasa, 1 September 2020, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menekan tingginya jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19).

Langkah tersebut antara lain dengan melakukan pengetatan dalam skala lokal di perkantoran atau lingkungan tinggal. Membentuk satgas atau tim COVID-19 ditiap kantor atau lingkungan dan ada tim pemerintah yang melakukan pengawasan.

Sementara bagi kantor atau perusahaan yang tidak melaporkan adanya kasus covid-19, maka akan diberi sanksi.

"Agar disusun protap pengendalian di lokasi kerja dan lingkungan," ujar Yunus di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dia menuturkan, aparatur wilayah di lima wilayah kota dan satu kabupaten di wilayah Pemprov DKI Jakarta harus bekerja ekstra keras.

Sementara untuk tingkat lingkungan, pembentukan kader covid-19 di setiap rumah akan terus dimonitor secara rutin. Setiap RW, sambung yunus, diminta agar membentuk grup medsos untuk para kader covid-19. "Sehingga, informasi dapat sampai ke seluruh warga DKI, peran RT/RW agar diperkuat dan ditingkatkan," katanya.

Seperti diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Pemprov DKI mengatakan pasien positif COVID-19 per Senin, 31 Agustus 2020 sebanyak 40.309 kasus. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 1.029 kasus dari pasien hari sebelumnya, Minggu, 30 Agustus 2020, sebanyak 39.820 orang.

Kemudian sebanyak 1.202 pasien meninggal dunia dengan tingkat kematian 3 persen, sementara tingkat kematian di Indonesia 4,2 persen. Sebanyak 30.538 dinyatakan telah sembuh dari COVID-19, dengan tingkat kesembuhan 75,8 persen.