Gawat, Pembangunan Apartemen Antasari 45 Mangkrak! Calon Penghuni Lapor ke Polda Metro Jaya

Danial
Gawat, Pembangunan Apartemen Antasari 45 Mangkrak! Calon Penghuni Lapor ke Polda Metro Jaya
Indah Riyanti dan Oktavia Cokrodiharjo melaporkan PT Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pihak pengembang atau developer Apartemen Antasari 45 ke Polda Metro Jaya pada Senin, 31 Agustus 2020.

Jakarta, HanTer - Indah Riyanti dan Oktavia Cokrodiharjo melaporkan PT Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pihak pengembang atau developer Apartemen Antasari 45 ke Polda Metro Jaya pada Senin, 31 Agustus 2020. Melalui kuasa hukumnya, Irfan Surya Harahap dan Bahari Abbas Pulungan, Indah serta Oktavia menuding pengembang telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap kreditur calon penghuni Apartemen Antasari 45.

Penyebabnya, Indah dan Oktavia sudah menyetorkan uang ke PT PDS sejumlah Rp 800 juta untuk membeli unit di Apartemen Antasari 45 sejak tahun 2014. Namun hingga saat ini, pihak pengembang tak memberi kejelasan kapan apartemen itu akan diserahterimakan. 

"Dari mulai dibeli sampai saat ini, tidak ada dibangun, sama sekali ga ada pembangunan," ujar Irfan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (31/9/2020). 

Padahal sejak pertama kali dipasarkan pada tahun 2014, pihak pengembang telah menjanjikan apartemen akan selesai dibangun dan diserahterimakan kepada pembeli pada tahun 2017. Namun janji itu molor menjadi tahun 2019, hingga sampai sekarang tak ada proses serah terima. 

"Sampai sekarang bentuknya itu masih batu-batu, masih basement," beber Irfan. 

Lebih lanjut, Irfan mengatakan pihaknya sempat berharap pembangunan akan benar-benar dilakukan, setelah mendengar pihak pengembang mendapat suntikan dana dari perusahaan asing sebesar USD 25 juta atau Rp 363 miliar pada Februari 2020, namun yang terjadi malah sebaliknya. 

PT PDS dilaporkan atas PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dengan jumlah piutang senilai Rp 2 miliar dari pelapor atas nama Eko Aji Saputra, yang merupakan salah seorang calon penghuni Apartemen Antasari 45. Hal ini semakin menimbulkan kekhawatiran para calon penghuni lainnya bahwa bahwa pengembang akan dinyatakan pailit alias bangkrut. 

"Jadi ini sudah menzalimi konsumen, menzalimi pembeli," kata Irfan. 

Pihak pengembang dan calon penghuni Apartemen Antasari 45 sudah bertemu untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui mufakat. Namun Irfan mengatakan pihaknya tak menerima tawaran PT PDS yang kembali meminta waktu tiga tahun untuk menyelesaikan apartemen.

Ia mengatakan kliennya sudah kehilangan kepercayaan dan meminta kasus ini diusut secara hukum. Laporan Intan dan Oktavia itu telah diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP/5187/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 31 Agustus 2020. 

Mereka menuding pihak apartemen telah melakukan penipuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 416 KUHP. Kasus tersebut saat ini ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.