Ada NIB Ganda di Teluk Naga, Warga Terus Perjuangkan Hak Kepemilikan 

***
Ada NIB Ganda di Teluk Naga, Warga Terus Perjuangkan Hak Kepemilikan 
Warga Teluk Naga lakukan aksi demo perjuangkan hak kepemilikan/ ist

Tangerang, HanTer – Sejauh ini pejabat desa di wilayah Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang mulai resah. Lantaranm menyusul adanya dugaan mafia tanah yang muncul di tengah pengembangan pembangunan pesat di wilayah tersebut. 

Terlebih, saat ini sebuah perusahaan pengembang raksasa disana terus menerus melakukan pengembangan di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah pesisir utara. 

Mereka mulai melakukan pembebasan atas lahan-lahan milik warga yang menjadi zona pengembangan. Namun, belakangan saat warga hendak melepas tanah garapan mereka muncul sebuah permasalahan. 

Permasalahan ini kebanyakan terjadi akibat adanya Nomor Identifikasi Bidang (NIB) yang berubah nama alias sudah diatasnamakan orang lain. Padahal warga menilai lahan yang sudah mereka miliki sejak puluhan tahun itu resmi milik mereka, dibuktikan dengan surat kepemilikan yang sah. 

"Saya dari kecil tinggal disini. Itu lahan orangtua saya, tapi pas mau dijual ko ada yang miliki juga atas nama orang lain," kata Lukman salah satu orang yang mengaku menjadi korban di Kecamatan Teluknaga, dikutip dari TangerangOnline, Senin (31/8/2020).

"Kalau tidak ada yang bermain mana mungkin bisa ada yang miliki lagi? Kami hanya ingin memperjuangkan hak kami," tambahnya.

Akibatnya, ratusan warga asal Kabupaten Tangerang yang berdomisili di bagian utara seperti Teluk Naga dan Pakuhaji menggeruduk kantor BPN Kabupaten Tangerang dan juga kantor DPRD Kabupaten Tangerang. 

Zhigo salah satu koordinator aksi mendesak DPRD Kabupaten Tangerang segera membentuk panitia khusus (Pansus) terkait masalah tumpang tindih NIB tanah.

“Yang dimaksud NIB ganda itu bukan NIB ada dua. Tapi NIB yang secara sah harusnya dimiliki warga pemilik tanah, tapi oleh BPN diterbitkan dengan nama orang lain yang notabene bukan pemilik tanah. Ini kan aneh bin ajaib,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Keramat Kecamatan Pakuhaji Nur Alam ketika dikonfirmasi juga mengakui adanya permasalahan tumpang tindih NIB di wilayahnya. Namun dia menampik tudingan bahwa pihak desa terlibat.

"Pembelanjaan tanah emang udah lama. Kohod apalagi udah lama. Kalau disini baru-baru. Kalau di Kramat yang nempel sama Kohod aja," kata dia. 

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Seksi (Kasubsi) Pengukuran, Pemetaan dan Kadastral BPN Kabupaten Tangerang, Andika Ariadarma dengan tegas menyatakan tidak ada Nomor Identifikasi Bidang (NIB) ganda. 

“Berarti diduga ada mafia tanah yang bermain disitu, kita pun akan melawan dan harus berani membuktikan,” ucapnya.