Berbagai Kalangan Dukung Anies Soak Pembangunan Kampung Akuarium 

Sammy
Berbagai Kalangan Dukung Anies Soak Pembangunan Kampung Akuarium 

Jakarta, HanTer - Upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam membangun kembali Kampung Akuarium menuai kontroversi. Namun, banyak pihak yang membela upaya pembangunan tersebut.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, mengatakan, semangat membangun, mensejahterakan dan kolaborasi yang gagas Pemprov DKI Jakarta merupakan warisan leluhur nenek moyang bangsa Indonesia.

"Insya Allah ini akan terus menjadi jati diri bangsa dan pemimpin negeri ini. Termasuk yang dicerminkan dalam pembangunan Kampung Akuarium," ujar Suhaimi di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Dukung Kebijakan

Anggota DPRD DKI Jakarta asal Fraksi PAN Riano P Ahmad mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta membangun rumah di kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Program penataan Kampung Akuarium merupakan janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kampanye pada Pilkada DKI 2017. Ini membuktikan Pak Anies tak ingkar janji," kata Riano di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Meski demikian, Riano mendorong agar Anies tak cuma melakukan penataan Kampung Akuarium. Karena, menurut Riano, di ibukota masih ada sejumlah kawasan permukiman yang membutuhkan sentuhan penataan serupa.

"Hal ini sekaligus merealisasikan tagline Pak Anies, Maju Kotanya, Bahagia Warganya," ungkap Riano.

Diketahui sebelumnya, kontroversi Kampung Akuarium mencuat pasca digusur mantan Gubernur kala 2015 lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penggusuran lantaran bakal dibangun sheetpile di kawasan tersebut. Pembangunan bertujuan mencegah air laut masuk.

Namun, kampung ini kembali mendapat perhatian pada masa kepemimpinan Anies Baswedan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meletakkan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) pada Senin 17 Agustus 2020 kemarin, bertepatan dengan HUT ke-75 RI.

"Harapannya nanti warga bisa kembali tinggal di tempat yang permanen, berkehidupan sebagai warga Jakarta layaknya warga-warga yang lain," kata dia.

Bahkan, Pemprov DKI berencana membangun 241 rumah di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Pembangunan dimulai September 2020. Sembari menunggu, warga tinggal di hunian sementara.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan kampung tersebut berada di zona merah area terlarang pembangunan pemukiman warga.

"Ketika saat pemerintahan dipegang Ahok, dia ingin mengembalikan pada fungsi yang sebenarnya," kata dia di Jakarta,

Ahok berencana membangun cagar budaya di lokasi tersebut, menyatu dengan Kota Tua.

Tak Melanggar 

Disisi lain, pernyataan prihal adanya pelanggaran hukum kerap dibantah oleh Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Anggota TGUPP Angga Putra Fidrian, menjelaskan, Kampung Akuarium berada di zona P3 atau zona pemerintah daerah yang diperbolehkan membangun rusun.

"Kampung Akuarium zonanya P3, zonasi tata ruang pemda, warnanya merah. Sub zonasinya adalah pemda, yang mana bisa dibangun rumah susun," katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Rusun itu, lanjut dia, nantinya bakal dihuni masyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini pemprov tengah menginventarisasi warga yang berhak tinggal, baik penghuni lama atau orang baru.

Ketentuan ini juga sejalan dengan peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Definisinya dari Kementerian PUPR adalah dibangun oleh pemerintah dan dihuni oleh masyarakat penghasilan rendah. Secara ketentuan dan aturan itu dibolehkan," katanya.

Angga menjelaskan meski beberapa kali ditemukan benda sejarah, area tersebut belum ditetapkan sebagai lokasi cagar budaya. Karena itu di sana dapat dilakukan pembangunan, merujuk Perda DKI Nomor 1 Tahun 2014.

"Yang ditentukan cagar budaya itu kawasan Kota Tua, bukan Kampung Akuarium," ucapnya.