Masuk Jakarta Harus Rapid Tes

Waspada Positif Corona di Ibukota Terus Meningkat, Warga Tak Pakai Masker Beri Denda Tinggi

Sammy
Waspada Positif Corona di Ibukota Terus Meningkat, Warga Tak Pakai Masker Beri Denda Tinggi

Jakarta, HanTer - Ramai-ramai kalangan Legislatif DKI meminta aparatur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menerapkan kebijakan lebih tegas terhadap masyarakat ditengah kondisi meningkatnya jumlah angka positif Covid-19 di Ibukota.

Anggota Komisi A Hasbiallah Ilyas juga menyatakan mulai saat ini Pemprov DKI harus mulai bersikap ekstrem dalam menerapkan aturan. Hal ini guna mencegah penyebaran virus kian meluas.

"Agak ekstremnya begini, bikin (dan) tetapkan peraturan ketat, yang enggak pakai masker didenda tinggi," ungkap Ilyas.

Ketua Fraksi PKB-PPP itu juga meminta agar Pemprov DKI memperketat keluar masuk warga dari daerah penyangga. Sebab, menurut dia, ada kemungkinan penyebaran terjadi karena pergerakan orang dari luar Jakarta yang tidak terkontrol.

Menurut Ilyas, warga-warga di daerah penyangga bisa saja tidak menjalankan aturan protokol kesehatan secara disiplin. Ia bahkan menyarankan agar setiap warga dari daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor untuk menjalani rapid test sebelum masuk wilayah Ibu Kota.

"Harus rapid, mau enggak mau harus seperti itu. Jadi kerja maksimal dari Pemprov tanpa dukungan dari masyarakat tidak akan berhasil," tuturnya.

Bertambah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 5.635 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.511 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 636 positif dan 3.875 negatif.

"Dari 636 kasus positif tersebut, 218 kasus baru hari ini adalah akumulasi data dari tanggal 22 dan 23 yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 53.135. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 41.539," terangnya.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 636 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 7.816 (orang yang masih dirawat/isolasi). 

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 34.931 kasus. Dari jumlah tersebut, 25.986 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,4%, dan 1.129 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,2%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,3%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,2%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. 

Siapkan Faskes

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi lonjakan pasien di rumah sakit. Oleh karena itu, Ia menyarankan agar Anies dan jajarannya mulai mempersiapkan fasilitas kesehatan (Faskes) dengan maksimal.

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jakarta, per Rabu (18/8/2020), bed occupancy rate di RS Jakarta sudah mencapai 65 persen. Sementara, kapasitas ICU sudah terisi 67 persen.

"Sudah waktunya Pemprov mempersiapkan rumah sakit dan tenaga medis lebih awal. Baik dari segi biaya, sarana, peralatan medis dan lain-lain," kata Gilbert di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Gilbert mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta tidak kembali ke periode Maret saat virus corona mulai melanda Ibu Kota. Saat itu, kata dia, Pemprov DKI seakan tergagap menghadapi pandemi dengan fasilitas RS yang minim.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta