BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Rp228 Juta ke Ahli Waris Petugas PJLP

Arbi
BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Rp228 Juta ke Ahli Waris Petugas PJLP
Ahli waris dari petugas PJLP saat menerima santunan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp228 juta di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020). (Ist)

Jakarta, HanTer -  BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Cilandak menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp 228 juta kepada ahli waris almarhum Hamdani, Kamis (23/7/2020), di Kantor Walikota Jakarta selatan

Santunan diserahkan langsung secara simbolis oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK DKI Jakarta, Cotta Sembiring, Camat Jagakarsa Alamsyah dan Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak, Puspitaningsih, kepada Dahlya, ahli waris dari Almarhum Hamdani.

Diketahui, almarhum Hamdani semasa bekerja didaftar program perlindungan BPJS ketenagakerjaan oleh kecamatan Jagakarsa. Almarhum bekerja sebagai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Kecamatan Jagakarsa.

“Kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhum. Kejadian ini merupakan satu hal yang tak bisa kita duga dan disitulah tugasnya BPJAMSOSTEK untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja,” kata Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali dalam sambutannya.

Selain itu, Marullah juga mengimbau setiap pekerja dan pemberi kerja untuk tertib administrasi agar kepesertaannya dalam program BPJAMSOSTEK tetap aktif. Sebab risiko pekerjaan tidak bisa diduga kejadiannya,

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK DKI Jakarta, Cotta Sembiring menuturkan, BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan kepastian manfaat kepada ahli waris yang mengalami kecelakaan kerja, ia juga menambahkan, bahwa santunan sebesasr Rp228 juta ini tentunya tidak bisa menggantikan posisi almarhum, namun BPJAMSOSTEK berharap bahwa santunan ini kiranya dapat meringankan beban keluarga serta dapat dimanfaatkan sebaik mungkin terutama apabila ada amanah atau pesan almarhum sebelum meninggal dunia.

“Selain almarhum Hamdani kami juga telah memberikan santunan kepada 117 petugas PPSU yang mengalami kecelakaan kerja dan kematian nilai total santunan yang telah kami berikan sebesar Rp2,8 miliar dan ini sudah kami laksanakan tuntas,” sambungnya.

Cotta juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Walikota Administrasi Jakarta Selatan yang telah mengikutsertakan perangkat lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, LMK, kader jumantik, kader PKK, dan lainnya untuk terdaftar dalam perlindungan BPJAMSOSTEK dan juga terus bersama-sama mensosialisasikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara, Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak Puspitaningsih, mengatakan Almarhum Hamdani merupakan petugas PJLP yang bertugas di Kantor Kecamatan Jagakarsa. Almarhum terdaftar kepesertaan di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak. Musibah yang menimpa Hamdani berawal saat dirinya menyiram tanaman di halaman Kantor Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

”Setelah itu ada trouble yaitu air tidak bisa keluar dari selang, maka almarhum turun untuk mengecek water tank. Saat naik, tanpa sengaja tangan almarhum memegang stop contact dan tersengat listrik membuat almarhum jatuh ke dalam water tank,” ungkapnya. Saat dilarikan ke RS terdekat, almarhum dinyatakan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut pihaknya memberikan santunan kepada ahli waris almarhum sebesar Rp228juta. Rinciannya santunan kematian kecelakaan kerja Rp205 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, santunan berkala Rp12 juta, dan biaya pertolongan medis Rp1 juta. ”Karena almarhum belum menikah, maka santunan kita serahkan kepada ibu almarhum yaitu Ibu Dahlya  sebagai ahli waris,” ungkap Wetty, panggilan akrab Puspitaningsih.

Wetty juga berterima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada kecamatan Jagakarsa yang telah mengikutsertakan karyawannya untuk ikut program BPJAMSOSTEK sehingga terlindungi dari risiko sosial ekonomi.

Ia menambahkan, agar setiap perusahaan pemberi kerja dan pekerja tertib serta patuh administrasi sehingga manfaat yang diterima oleh tenaga kerja optimal. “Kami BPJAMSOSTEK mengimbau kepada seluruh masyarakat pekerja agar sadar pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan karena risiko sosial ekonomi ataupun risiko kecelakaan tidak ada tahu kapan terjadi dan menimpa diri kita,” pungkas Wetty.

Sementara itu ibu kandung Almarhum Hamdani, Dahlya mengaku mendapatkan firasat sebelum kepergian anak pertamanya. ”Anak saya yang kedua mimpi ada ramai-ramai di rumah. Ada juga kejadian aneh-aneh, seperti adiknya Hamdani tanpa sadar merusak HP kesayangan pemberian dari kakaknya dengan memasukkan ke dalam air,” ucap Dahlya yang didampingi oleh suaminya Tisna.

Menurut Dahlya, uang warisan dari almarhum akan digunakan untuk kelanjutan pendidikan adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP. ”Aa (Hamdani) sangat sayang kepada adiknya. Dia dari awal sudah berniat akan terus dukung belajar adiknya sampai jadi orang sukses sampai niat mau beliin laptop segala macam, Karena dia tahu adiknya itu pintar, selalu dapat rangking di sekolahnya,” jelasnya.