Covid-19 Cenderung Meningkat, Penutupan Tempat Hiburan di Jakarta Dinilai Tepat

Sammy
Covid-19 Cenderung Meningkat, Penutupan Tempat Hiburan di Jakarta Dinilai Tepat

Jakarta, HanTer - Pekerja tempat hiburan dan pengusaha tempat hiburan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) sempat berdemonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk menuntut pembukaan sektor usaha tempat hiburan di masa PSBB Transisi. Berbagai kalangan menyuarakan bahwasanya keputusan Gubernur Anies untuk tak membuka tempat hiburan malam sudah tepat.

Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Anies Baswedan tidak buru-buru memberikan izin operasi tempat hiburan malam. Anies menurutnya, harus berpihak pada kesehatan warga Jakarta.

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengatakan, ada risiko besar penularan virus Corona (COVID-19) di tempat hiburan malam. Sebab di tempat itu ada banyak orang berkumpul yang ruangannya tertutup.

"Tempat hiburan ini kan semacam closed-circuit, alias tertutup dan cenderung orang berkumpul dalam kuantitas padat ruangan tertutup. Apalagi terapis, orang berjarak terlalu dekat di ruangan yang terbatas. Sangat riskan penyebaran COVID," kata Zita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Zita pun menilai wajar bila Pemprov DKI tidak mengizinkan tempat hiburan malam dibuka karena kasus Corona di Ibu Kota cenderung meningkat. Dia mengingatkan, dalam menekan angka penyebaran Corona bukan hanya tempat hiburan malam yang dilarang dibuka.

Belum Bisa 

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Bambang Ismadi, mengatakan, berdasarkan keputusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, tempat hiburan itu belum bisa beroperasi.

"Intinya mereka minta agar usaha mereka bisa buka. Kami sampaikan bahwa untuk saat ini memang belum boleh buka," kata Bambang di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Namun demikian, Dinas Parekraf DKI memberikan solusi yakni memperbolehkan usaha karaoke, bar, dan industri hiburan lainnya yang memiliki usaha restoran di dalamnya untuk buka.

Bagi pelaku usaha yang di dalamnya ada izin restoran dipersilahkan buka, dengan catatan karaoke dan usaha yang belum boleh beroperasi tidak diizinkan. Selain itu, pihaknya juga belum bisa mengizinkan kafe menggelar 'live music' secara akustik.

Jangan Memaksakan

Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia mengingatkan kepada pelaku tempat hiburan malam untuk tidak memaksakan kehendak. Terutama memaksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mengizinkan mereka untuk beroperasi kembali di tengah wabah Covid-19.

"Belum waktunya dibuka, memang kan ditunda karena masih meningkat angka Covid-19 nya," kata Pakar Epidemiologi dari FKM UI Pandu Riono di Jakarta, Rabu (22/7/2020).