BPJAMSOSTEK Ceger Serahkan Santunan Puluhan Juta ke Ahli Waris

Arbi
BPJAMSOSTEK Ceger Serahkan Santunan Puluhan Juta ke Ahli Waris
Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger, Dani Santoso saat memberikan sambutan dalam penyerahan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris peserta di i Masjid Al Mabruk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/7/2020). (Ist)

Jakarta, HanTer - BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Ceger menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada empat ahli waris dari empat peserta yang meninggal dunia akibat sakit. Nilai santunan masing-masing sebesar Rp42 juta.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger, Dani Santoso dan Camat Kramat Jati, Jakarta Timur, Eka Darmawan dan disaksikan oleh Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Muhammad Arief Rosyid Hasan, di Masjid Al Mabruk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (22/7/2020).

Santunan tersebut diterima masing-masing ahli waris dari Almarhum Husein, selaku pengurus Dewan Masjid Indonesia Kramat Jati, Almarhum Zulhaedir yang berprofesi sebagai petugas keamanan atau hansip, Almarhumah Maryanah selaku pengurus Majelis Taklim Masjid Al Mabruk, dan Almarhumah Ramelan selaku pengurus RT di Kecamatan Kramat Jati.

Menariknya, ada salah satu dari empat peserta yang meninggal dunia ternyata baru terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK selama dua bulan. Ahli waris dari peserta tersebut pun mendapatkan hak manfaat yang sama berupa santunan kematian senilari Rp42 juta. 

"Ini ada yang baru mendaftar 2 bulan dengan iuran Rp20 ribu per bulan, tetapi mengalami musibah meninggal dunia. Iurannya kecil tapi manfaatnya besar sekali. Ini terbukti keluarga yang ditinggalkan tetap sama mendapatkan santunan Rp42 juta," kata Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Ceger, Dani Santoso dalam kesempatan itu.

Dani menuturkan, musibah tidak pernah ada yang tahu seperti halnya kematian, jodoh dan rizky yang datangnya dari Allah. Karena itu dibutuhkan perlindungan dari program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, agar apabila musibah itu datang tidak membebani keluarga yang ditinggalkan.

Misalnya, kata Dani, apabila mengalami kecelakaan kerja seluruh biaya pengobatan dan perawatan hingga sembuh akan ditangguh penuh oleh BPJAMSOSTEK tanpa batasan biaya. Untuk nilai santunan berbeda dengan jaminan kematian, yaitu 48 kali upah atau gaji yang dilaporkan. Ini belum termasuk manfaat-manfaat lainnya. 

Diantaranya, sambung Dani, manfaat beasiswa bagi dua anak yang ditinggalkan, santunan cacat akibat kecelakaan kerja, tanggungan biaya transportasi, dan santunan upah sementara tidak bekerja. 

"Ini bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja di Indonesia. Karena itu kita sama-sama dorong agar pengurus maupun marbot masjid serta seluruh masyarakat agar terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan," ucap Dani.

Ditempat yang sama, Camat Kramat Jati, Jakarta Timur, Eka Darmawan mengatakan perangkat lembaga masyarakat di DKI Jakarta, khususnya Kecamatan Kramat Jati, merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan begitu, mereka masuk kategori rentan yang membutuhkan jaminan sosial agar terlindungi dari segala risiko pekerjaannya.

"Arahan dari Bapak Walikota Jakarta Timur diharapkan semua yang ikut dalam kegiatan pemerintah dan pilar garda terdepan pemerintah supaya ikut program BPJAMSOSTEK, karena dikhawatirkan risiko pekerjaan," kata dia.

Dalam kesempatan itu Eka menyatakan telah meminta bantuan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk bekerjasama dengan BPJAMSOSTEK mensosialisasikan pentingnya perlindungan jaminan sosial. 

"Kita perlu berterimakasih kepada BPJAMSOSTEK karena program ini luar biasa manfaatnya sehingga perlu terus kita galakkan supaya beban masyarakat terhadap risiko kerja dapat terlindungi. Upaya ini tentu butuh sosialisasi yang lebih gencar lagi," jelas Eka.