Tajuk: Perpanjangan PSBB di Jakarta Diapresiasi

***
Tajuk: Perpanjangan PSBB di Jakarta Diapresiasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi fase 1 dua pekan lagi terhitung 17 Juli 2020. 

Keputusan tersebut, kata Anies, diambil berdasarkan hasil evaluasi mulai dari kasus positif (positivity rate) yang meningkat selama dua pekan PSBB Transisi fase 1 perpanjangan yang pertama (2 Juli-16 Juli 2020) di atas lima persen serta rata-rata tingkat penularan (reproduction number) di atas satu persen.

Berbagai kalangan mendukung langkah Anies memperpanjang (PSBB) Transisi guna menekan penyebaran virus Covid-19. 

Anies menyebutkan, sebagian dari operasional berbagai tempat yang rencananya dibuka saat fase 2 terpaksa harus ditunda sampai waktunya aman seperti bioskop dan tempat "indoor" lainnya yang semestinya dibuka pada akhir Juli ini sampai kondisi menunjukkan tren yang membaik.

Penyebaran virus corona di Indonesia ini tersebar dalam 34 provinsi di Indonesia.

Seperti diketahui, Per hari ini, Kamis (16/7/2020), DKI Jakarta mencatat kasus baru terbanyak dengan jumlah penambahan 312, sehingga total ada 15.636 kasus.

Penambahan kasus terbanyak kedua hari ini ada di Jawa Tengah.  Di mana ada 214 kasus baru, dengan total ada 6.128 kasus terkonfirmasi positif.

Epidemiolog UI Pandu Riono mengatakan masyarakat belum bisa mengimplementasikan normal baru sehingga PSBB transisi fase 1 di Jakart harus dipertahankan

Menurut Pandu seperti dilansir Antara, warga Jakarta belum siap menerapkan normal baru (new normal) sebagai tatanan hidup karena masih kurang kesadaran menjalankan protokol kesehatan. Hal itu tercermin dari perkembangan kasus COVID-19 yang masih tinggi.

Pandu mengatakan, orang Indonesia belum bisa normal. Jakarta apalagi, kasusnya makin tinggi. Harusnya, PSBB transisi tetap dipertahankan, jangan pindah ke fase berikutnya.

Terkait perpanjangan PSBB transisi itu, Pemprov DKI diharapkan
tidak membuka dahulu kegiatan di dalam ruangan tertutup tersebut termasuk tempat-tempat hiburan malam.

Ketika kegiatan tersebut sudah dibuka kembalitentu potensi penularan penyakit COVID-19 akan semakin besar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi bahwa virus corona bisa menular lewat udara selama beberapa jam melalui partikel mikrodroplet.

Kegiatan di tempat tertutup yang biasanya hanya memakai air conditioner (AC) sebagai penyejuk udara dapat membuat tingkat konsentrasi penyebaran COVID-19 menjadi tinggi.

Pemakaian AC dalam ruangan tertutup tak membuat sirkulasi udara dari luar bisa bergantian masuk ke dalam. Dengan begitu, ketika ada seseorang yang terinfeksi COVID-19 bersin dan berbicara, mikrodroplet hanya akan bergerak di dalam ruangan saja.

Kepada warga diharapkan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan serius, dijalankan dengan ketat. Kalau tidak perlu ke luar rumah tetap di rumah, pakai masker jika harus ke luar rumah dan jalankan protokol kesehatan.

Meningkatnya pasien positif corona karena masyarakat tidak disiplin, membuat kita miris. Padahal, kunci utama menghilangkan virus itu dengan mencegah penyebarannya adalah dengan disiplin serta ketaatan masyarakat mengikuti protokol kesehatan. Meski pandemi virus corona masih menjadi hal yang menakutkan, tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap enteng virus ini.

Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Hasbullah Thabrany, menyebutkan salah satu permasalahan penanganan virus Corona di Indonesia adalah masyarakatnya yang kurang disiplin.

Itulah sebabnya, seluruh masyarakat harus waspada, tetap hati-hati, dan patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19. Selalu pakai masker, hindari berkumpul atau beramai-ramai di tempat umum, lokasi perekonomian seperti pasar.

Kita sudah tidak sabar ingin kembali ke kehidupan normal seperti sebelum adanya virus corona (COVID-19). Untuk itu semua kunci utamanya adalah disiplin, terus jaga jarak, mencuci tangan, jaga jarak, dan ketentuan protokol kesehatan lainnya.

Tentu saja diperlukan sikap gotong royong dan seluruh masyarakat harus bersatu untuk bersama-sama mengendalikan dan menangani COVID-19. Persoalannya COVID-19 hanya dapat dicegah dengan disiplin yang kuat dan dengan semangat gotong royong yang tidak terputus.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta