SIKM Diganti CLM, Bagaimana Cara Kerjanya

Sammy
SIKM Diganti CLM, Bagaimana Cara Kerjanya

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang merevisi Peraturan Gubernur Nomor 60 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Surat yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 23 Juni itu, mengatur soal kepemilikan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan layanan Corona Likelihood Metric (CLM).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) DKI Jakarta Iwan Kurniawan mengatakan, payung hukum itu perlu direvisi karena kepemilikan SIKM dan CLM merupakan syarat bagi warga luar Bodetabek yang ingin ke Jakarta maupun arah sebaliknya. Bila Pergub itu direvisi, peniadaan SIKM di Jakarta bisa diterapkan.

Selama Pergub itu belum direvisi, DKI tetap berpedoman bahwa kebijakan pemeriksaan SIKM di sejumlah ruas jalan termasuk di tempat pemberhentian dan penjemputan penumpang transportsi umum masih berlaku.

"Masih berlaku (SIKM), lagi dalam evaluasi dan revisi (Pergub 60 tahun 2020)," kata Iwan di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Iwan berjanji akan mengumumkan payung hukum yang baru bila telah direvisi oleh Gubernur Anies. DPMPTSP merupakan dinas yang bertugas mengecek perizinan dan menerbitkan SIKM bagi pemohon melalui website corona.jakarta.go.id.

Sementara pihak yang menangani pengajuan dokumen CLM adalah Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta. Di sisi lain, CLM merupkan syarat untuk mengajukan SIKM.

"Jadi berdasarkan Pergub masih seperti itu," ujar Iwan.

Layanan CLM

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mencabut kebijakan pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM). Namun warga luar Bodetabek yang ingin masuk Jakarta dan arah sebaliknya, mereka diimbau mengisi layanan corona likelihood metric (CLM) melalui website rapidtest-corona.jakarta.go.id.

"Sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan, tapi warga diimbau mengisi CLM," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Rabu (15/7/2020).

Syafrin mengatakan, CLM merupakan kalkolator layanan untuk skrining mandiri yang memakai model mesin dalam mengukur kemungkinan seseorang positif Covid-19. Secara teknis, CLM merupakan ML based clinical decision support system (CDSS).

Nantinya pemohon akan diminta untuk mengisi identitas diri dari nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat rumah dan nomor telepon. Setelah itu, pemohon akan mendapatkan beberapa pertanyaan soal aktivitasnya beberapa hari lalu seperti pernah/tidak kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, riwayat perjalanan, riwayat kesehatan dan sebagainya.

Setelah pertanyaan itu diisi, mesin akan menjawabnya dengan memberi skor kepada yang bersangkutan. Skor tersebut akan mengindikasikan apakah yang bersangkutan tersebut aman atau tidak saat melakukan perjalanan.

"Jika aman dia tentu akan langsung mendapat rekomendasi aman melakukan perjalanan. Tapi jika tidak, sistem akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan," ungkap Syafrin. 

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #sikm   #clm