Bikin Makalah Program Luar Angkasa Indonesia, Austin Nicola: Saya Dapat Ide Pelajari Roket

Romi
Bikin Makalah Program Luar Angkasa Indonesia, Austin Nicola: Saya Dapat Ide Pelajari Roket
Austin Nicola Ardisaputra/ ist

Jakarta, HanTer – Sepertinya Indonesia tak kehabisan stok putera-puterinya dalam hal prestasi. Buktinya, belum lama ini telah hadir astronot wanita pertama bernama, Pratiwi Sudarmono yang berhasil lolos seleksi NASA dengan berbagai prestasi yang menyertainya.

Dan, kini muncul sosok Austin Nicola Ardisaputra yang bakal mengharumkan Indonesia di mata dunia dengan melakukan penelitian perihal antariksa. 

Padahal, Austin baru menginjak usia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA Raffles Christian School Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia berencana melanjutkan kuliah di Amerika Serikat dengan mengambil jurusan Physics.

"Saat hendak ada peluncuran roket SpaceX dari NASA, saya dapat ide untuk mempelajari roket dan akhirnya membuat makalah tentang program luar angkasa Indonesia," kata Austin Nicola Ardisaputra, Jumat (17/7/2020).

Remaja berkacamata yang menyukai pelajaran fisika ini mengambil penelitian berjudul 'Indonesia's Future Space Program And The Ideal Rocket Propellant'.

"Saat ini di Indonesia sedang membuat lapangan kapal angkasa pertama di Biak, Papua dan katanya menurut Ketua LAPAN, Indonesia sudah bisa membuat satelit sendiri dan target berikutnya adalah meluncurkan roket dari Indonesia untuk menarik satelit di luar angkasa," terangnya.

Putera pasangan Krisantus dan Betty ini mengatakan dalam penelitiannya dijelaskan perihal kebutuhan program luar angkasa, melakukan kalkulasi tentang kebutuhan bahan bakar dan pilihan yang terbaik, ada perhitungan berat dan ukuran roket.

"Selain itu perhitungan untuk pilihan orbit yang sebaiknya ditujukan, detail seperti lokasi peluncuran mempengaruhi perhitungan yang dilakukan dan juga menggunakan rumus fisika berkaitan roket dari NASA dan Spacex," jelasnya.

Tak hanya itu, Austin juga sudah merumuskan dengan matang perbandingan contoh roket yang telah diluncurkan dari bermacam negara seperti Rusia dan Amerika Serikat.

"Program luar angkasa dari negara lain, seperti Sputnik di Rusia, menggunakan waktu hanya sekitar 3 tahun, Indonesia juga kemungkinan besar bisa menjalankan program seperti itu dalam waktu kurang lebih yang sama," tutupnya.

 

#Austin   #Nicole   #Pelajari   #Roket