PSBB Fase 1 DKI Diperpanjang, Diskotek dan Resepsi Pernikahan Jangan Dibuka Dulu

Harian Terbit/Sammy
PSBB Fase 1 DKI Diperpanjang, Diskotek dan Resepsi Pernikahan Jangan Dibuka Dulu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama selama dua pekan atau 14 hari. Kebijakan ini dimulai dari Jumat (17/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menilai, tingkat positivity rate (temuan kasus Covid-19 dari pengetesan) dan angka reproduksi (Rt) virus Covid-19 cenderung mengalami peningkatan. Bahkan angkanya melebihi standar yang ditetapkan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini merinci, untuk tingkat positivity rate mencapai 5,9 persen pada lalu. Angka ini melebihi standar yang ditetapkan WHO sebesar lima persen.

"Di pekan terakhir ini positivity rate kita meningkat menjadi 5,9 persen," kata Anies melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (16/7/2020) malam.

Meski demikian, kata dia, selama lima pekan positivity rate di Jakarta cenderung di bawah angka lima persen. Pada pekan pertama Juni, tingkat positivity rate Covid-19 sebesar 4,4 persen, kemudian pekan kedua 3,1 persen, pekan ketiga 3,7 persen, pekan keempat 3,9 persen dan pekan kelima 4,8 persen

"Tapi seminggu terakhir kita naik di atas 5 persen. Artinya kita harus lebih waspada, meski begitu angka 5,9 persen ini masih di bawah rata2 nasional yaitu sekitar 12 persen," ujar Anies.

Kemudian untuk nilai Rt Covid-19 di Jakarta juga naik menjadi 1,15 per tanggal 12 Juli 2020 lalu. Padahal sebelumnya, tingkat Rt di Jakarta berada di angka 0,98 atau di bawah poin satu.

Semakin kecil nilai Rt, maka potensi penularan virus Covid-19 yang terjadi antar pribadi masyarakat juga semakin rendah.

"Dengan angkanya berkisar antara satu, artinya wabah ini stabil. Tidak mengalami kenaikan tapi tidak juga mengalami penurunan," kata Anies.

"Kita tentu menginginkan Rt-nya turun, dari poin satu. Tapi sekarang di angka 1,15 dan itu menandakan bahwa ada pergerakan percepatan penularan karena itulah kita harus ekstra waspada," tambahnya.

Atas data-data itulah, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB transisi fase pertama hingga dua kali. Kebijakan ini dimulai selama dua pekan dari Jumat (17/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020) mendatang.

Pertahankan PSBB 

Sementara itu, Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat FKM (FKM) Universitas Indonesia Pandu Riono, menyarankan Pemprov DKI Jakarta harus tetap mempertahankan masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama. Artinya, kebijakan yang berlaku dari Jumat (3/7/2020) sampai Kamis (16/7/2020) kembali diperpanjang.

Ia mengatakan, saat ini situasi Jakarta maupun Indonesia belum normal. Terutama untuk Jakarta, kasus hariannya terus tinggi hingga puncaknya pada Minggu (12/7/2020) lalu yang menembus 404 orang.

"Harusnya PSBB transisi tetap dipertahakan, jangan pindah ke fase berikutnya. Kegiatan tempat tertutup yang memiliki risiko penularan covid yang besar, yang sekarang masih ditutup jangan dibuka dulu,” kata Pandu di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Pandu merinci tempat tertutup yang dimaksud seperti diskotek, bioskop, resepsi pernikahan dan sebagainya. Selama ditutup, pemerintah daerah melalui dinas terkait juga harus memastikan tempat tersebut telah bersih Covid-19 dengan dilakukan penyemprotan dan sirkulasi udaranya berjalan baik.

"Takutnya nanti begitu dibuka, tiba-tiba ada kluster, orang jadi enggak mau lagi ke situ. Itu malah bikin mereka (pengusaha) rugi," ujar Pandu dilansir Antara.

Pandu tak menampik, mayoritas pengusaha tersebut telah menjerit dengan adanya penutupan itu. Namun hal itu perlu dilakukan karena Indonesia terutama Jakarta berada dalam kondisi darurat kesehatan Covid-19.

Justru kalau tempat tersebut kembali beroperasi seperti sedia kala, berpotensi menularkan Covid-19 kepada yang lain. "Kita kan sedang darurat kesehatan, nanti emang mau satu acara pernikahan tertular semua?," kata Pandu.

"Para pekerja usaha wedding (pernikahan) harus kreatif, bukan berarti dilarang (tanpa sebab)," lanjutnya.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta