PT Transjakarta Komitmen Bayarkan Semua Hak Karyawan

Sammy
PT Transjakarta Komitmen Bayarkan Semua Hak Karyawan

Jakarta, HanTer - Belum dibayarkannya upah lembur hari libur nasional sejak tahun 2015-2018 para karyawan Transjakarta, kerap menuai berbagai komentar berbagai kalangan. Adapun PT Transjakarta berkomitmen bayarkan semua hak karyawan tersebut.

Sebelumnya diketahui, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan bersama sejumlah karyawan PT Transjakarta mengadu ke Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta. Pengaduan tersebut terkait tidak dibayarkannya upah lembur hari libur nasional oleh PT Transjakarta sejak tahun 2015 hingga 2018.

Menyikapi hal itu, Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI, Syarif, meminta karyawan PT Transjakarta yang belum dibayarkan upah lembur nasional, untuk melayangkan somasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

"Saya minta mereka melakukan secara tertulis melakukan somasi kepada pihak TJ karena kan menurut pengakuan mereka sudah ada keputusan dari tripartit adalah untuk segera membayar. Tapi keputusan itu diabaikan karena itu saya minta somasi dulu nanti kita tengahi," kata Syarif di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Menurut Syarif, ada empat karyawan yang mengadu kepadanya. Namun selain mereka, ada ratusan karyawan yang juga mengalami hal serupa. "Itu contoh dari beberapa perwakilan menuntut seperti itu tapi sebetulnya masih ada ratusan yang tidak berani menyuarakan," tuturnya.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI ini pun heran mengapa PT Transjakarta tidak membayar upah lembur ratusan karyawan. Padahal, PT Transjakarta merupakan BUMD bahkan berstatus perseroan terbatas (PT).

Komitmen Membayar

Pihak PT Transjakarta terkait tidak dibayarkannya upah lembur hari libur nasional sejak tahun 2015-2018, pihak Transjakarta siap menyelesaikan dengan baik. Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta, Achmad Izzul Waro, menegaskan, siap melakukan pembayaran yang menjadi hak semua karyawan kami tanpa kecuali, termasuk upah lembur.

"Kendati begitu agar proses pembayaran bisa dilakukan, harus ada dasar yang kuat untuk membuktikan hak-hak karyawan kami yang melakukan pengaduan tersebut secara jelas. pasalnya laporan kinerja perseroan 2015-2018 sudah diaudit oleh auditor independen dan hasilnya sudah diterima pemegang saham pada periode tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Transjakarta, kata dia, sejauh ini berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk karyawan yang telah bekerja kerja keras membangun Transjakarta menjadi lebih baik. Sebab itu, lanjut dia, kami akan memastikan semua hak untuk karyawan bisa diterima dengan baik.

"Selain itu Transjakarta juga tunduk pada semua peraturan, termasuk di bidang ketenagakerjaan dan menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG)," ungkapnya.