Jumlah Meningkat, Pasien Positif Covid-19 di DKI Tembus 11 Ribu

Sammy
Jumlah Meningkat, Pasien Positif Covid-19 di DKI Tembus 11 Ribu

Jakarta, HanTer - Tim Gugus Covid-19 DKI Jakarta melaporkan adanya 95 kasus baru pasien positif Covid-19 pada hari ini. Hingga pagi ini tercatat jumlah kasus positif sudah menembus angka 11.080 orang.

"Terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 95 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2020).

Widyastuti mengatakan, dari jumlah pasien positif Covid- 19 tersebut, sebanyak 1.017 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.299 orang melakukan self isolation di rumah

Ia menambahkan, untuk total pasien sembuh di DKI saat ini berjumlah 6.118. Terdapat 253 pasien sembuh baru dari jumlah kemarin sebanyak 5.865 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal hingga saat ini sudah mencapai 636 orang.

Selain itu lanjut Widyastuti, untuk orang dalam pemantauan (ODP) 26.652 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 17.605 orang.

Sedangkan untuk data nasional terbaru, 54.010 orang dinyatakan positif Covid-19, dengan jumlah korban meninggal mencapai 2.754 orang dan 22.936 pasien dinyatakan sembuh.

Terkait hal itu, Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah, menilai, tempat hiburan malam berpotensi menjadi klaster baru Covid-19 apabila tidak mengikuti protokol kesehatan sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

"Menurut saya ini berpotensi sekali munculnya klaster baru setelah pasar dan area CFD apabila protokol kesehatan tidak dipatuhi," kata Trubus di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Harus Ditertibkan

Badko HMI Jabodetabeka-Banten mendesak Gubernur DKI menertibkan usaha yang melanggar protokol kesehatan. Hal itu menanggapi adanya cafe, bar hingga THM yang kembali dibuka namun tidak mengikuti protokol kesehatan.

Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Hendra Djatmiko, mendesak Gubernur DKI melakukan penertiban terhadap cafe, bar hingga THM yang melanggar protokol kesehatan.

"Kami meminta Gubernur DKI Jakarta untuk menindak tegas cafe, bar hingga THM yang melakukan aktivitas tanpa mengikuti protokol kesehatan," ungkapnya di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Menurut Hendra, cafe, bar, hingga THM yang buka tanpa mengikuti protokol kesehatan dapat mengakibatkan penambahan jumlah pasien Covid-19.

"Sampai sekarang DKI adalah wilayah dengan jumlah penderita covid-19 tertinggi di indonesia. Harusnya cafe, bar dan juga THM yang kembali beraktivitas wajib menjalankan protokol kesehatan agar tidak menjadi wadah penyebaran virus ini," sambung Hendra.

Hendra pun menegaskan, Badko HMI Jabodetabeka-Banten akan melakukan tindakan penyegelan terhadap cafe, bar dan juga THM jika tidak menjalankan protokol kesehatan.

"Kami akan melakukan penyegelan terhadap cafe, bar hingga THM jika mereka masih melanggar protokol kesehatan. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar pandemi ini tidak semakin mewabah di DKI," tegasnya.