Kapolda Metro Jaya Sebut Ungkap Seribuan Jiwa Terselamatkan dari Mabuk Ganja

Danial
Kapolda Metro Jaya Sebut Ungkap Seribuan Jiwa Terselamatkan dari Mabuk Ganja
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana. Foto : Danial HanTer

Jakarta, HanTer - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, sebanyak seribu orang lebih, berhasil terselamatkan dari mabuk ganja setelah tim buru serga (Buser) berhasil membongkar jaringan peredaran ganja asal Aceh, yang diselundupkan di dalam kursi sofa.

"Ada seribuan orang terselamatkan dari mabuk ganja," ujar Nana saat Jumpa Pers di halaman gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2020).

Ratusan kilogram daun ganja kering itu, nampak jelas mencolok mata, usai dibongkar Kapolda dan jajarannya menggunakan pisau tajam, lantaran sofa berisi ganja kering itu masih dibungkus lagi dengan karung plastik.

Kursi-kursi sofa isi ganja hasil sitaan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya itu, dibungkus cukup rapi, guna mengelabui petugas, mirip kasus duren isi narkoba.

Namun Buser masih lebih teliti, sehingga peredaran berhasil digagalkan, dimana tujuan paket tersebut salah alamat di kawasan Cilandak Jakarta Selatan.

Polisi mengendus keberadaan daun ganja tersebut dari hasil penyelidikan. Dimana daun haram itu diseludupkan bandar narkoba dengan memanfaatkan jasa ekspedisi dan dibawa truk cargo.

Saat melintas di kawasan Bambu Apus Raya, Cipayung Jakarta Timur, pada Sabtu (6/6/2020), anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Timur langsung menghentikan laju kendaraan tersebut, sehingga para sindikat nyaris terkencing di celana, lantaran ketakutan modusnya terbongkar.

Kemudian polisi menggeledah, dan benar daun ganja kering itu disembunyikan dalam bangku sofa bekas dicampur jerami. Dimana sofa tersebut dibungkus karung plastik layaknya bangku sofa baru.

Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa, mengatakan, daun ganja kering tersebut dibawa dari Aceh tujuan Jakarta lewat jasa pengiriman (ekspedisi).

“Saat kami telusuri alamat pengiriman di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ternyata tidak ditemukan alias fiktif,” kata Kombes Mukti Juharsa, Jumat (12/6/2020)

Hingga kini, kata Mukti Juharsa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan mengejar pemilik barang haram tersebut, dan menghimbau agar sebaiknya menyerahkan diri saja, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.