439 Pedagang Positif, 27 Tewas: Waspada, Pasar Rentan Penularan Corona

Sammy
439 Pedagang Positif, 27 Tewas: Waspada, Pasar Rentan Penularan Corona

Jakarta, HanTer - Pasar tradisional paling rentan menularkan Covid-19. Sebab, aktivitas jual-beli di pasar sangat tinggi, apalagi banyak masyarakat yang mengabaikan ketentuan memakai masker dan menjaga jarak demi menghindari penularan virus corona atau Covid-19. 

Berdasarkan data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi),  ada sebanyak 439 pedagang pasar tradisional terjangkit virus corona, sebanyak 27 di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu tersebar di 89 pasar di berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga menyebut penularan Covid-19 paling rentan berada di pasar tradisional. “Memang betul, masyarakat kita di pasar yang paling rentan penularan. Itu yang kami khawatirkan, bukan (penularan) di rumah ibadah, perkantoran atau mal," kata pria yang akrab disapa Ariza, saat diskusi virtual dengan wartawan Balai Kota/DPRD DKI Jakarta melalui aplikasi Zoom, Rabu (10/6/2020).

Untuk menekan potensi penularan Covid-19, pemerintah daerah melalui Perumda Pasar Jaya telah menyediakan tempat mencuci tangan di beberapa titik. Bahkan Perumda Pasar Jaya juga mengerahkan petugas, rutin melakukan disinfeksi hingga pemeriksaan suhu tubuh bagi pengunjung yang datang.

"Jadi ini upaya kami untuk terus menegakkan, memberi tahu, dan sosialisasi sebaik mungkin agar penularan Covid-19 tidak terjadi," ungkapnya.

Menurut Ariza, pasar tradisional nonpangan dan mal telah dijadwalkan akan dibuka pada pekan ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju Jakarta sehat, aman dan produktif atau pada 15 Juni 2020. Pihaknya terus menyosialisasikan agar mal dan pasar (non pangan) agar jangan dulu dibuka.

"Nah yang nakal ini, mohon maaf untuk PKL (pedagang kaki lima) yang masih kurang memperhatikan (ketentuan PSBB)," ujar Ariza.

Pengawasan Kurang 

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh Nugroho, pengawasan pengendalian Covid-19 di pasar tradisional selama PSBB belum dilakukan secara komprehensif. Menurutnya, Pasar Jaya dalam hal ini perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum membuat physical distancing atau pembatasan lainnya di pasar.

"Ini jadi catatan penting, karena pasar itu menjadi pusat penyebaran kluster Covid-19 yang signifikan. Bukan hanya di Jakarta, tapi di daerah lain," katanya.

Sementara itu Direktur Teknik Pasar Jaya Dono Pranomo, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengontrolan ketat bagi pasar yang didapati pedagangnya positif covid-19. Salah satunya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh pasar tradisional di Jakarta.

"Untuk pasar yang suspect, sesuai arahan pa Gubernur, kita tidak langsung menutup. Tapi pengontrolan ketat bagi pedagang dan pengunjung. Sementara untuk penanganan orang yang suspect nya kita serahkan ke Dinas Kesehatan. Semua kembali pada masyarakat, kalau sadar ada gejala, jangan beraktifitas," tegasnya. 

Ketua Bidang Infokom Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, dari catatan Ikappi, pedagang yang positif corona terbanyak ada di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, yaitu sebanyak 113 kasus. Tiga di antaranya bahkan meninggal dunia.

Disusul Surabaya, Jawa Timur, sedikitnya 62 kasus, dengan total orang meninggal ialah enam pedagang pasar yang tersebar di Pasar Simo I, Pasar Jojoran I, Pasar PPI, dan Pasar Keputran.

Sementara, dari Jakarta, terdapat 37 kasus pedagang yang positf terjangkit virus corona, dengan jumlah orang meninggal nihil.

Di luar Jawa, Ikappi mencatat kasus pedagang pasar tradisional terinfeksi banyak terjadi di Papua, Sulawesi selatan, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, hingga Sumatera Selatan.

“Di pasar tradisional, penerapan protokol kesehatan kurang berjalan karena minimnya perhatian dalam bentuk sosialisasi dan bantuan alat pelindung diri (APD),” kata Reynaldi dilansir CNNIndonesia.com 

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan di pasar tradisional, mengingat pasar sebagai sumber ekonomi dan kebutuhan pokok masyarakat.

Caranya, sosialisasi protokol kesehatan, imbauan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan, dan program bantuan APD, termasuk hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan.

"Jika penerapan protokol kesehatan di pasar berjalan baik, maka aktivitas jual beli akan tetap menjadi pilihan masyarakat tanpa harus takut penyebaran covid-19," imbuh dia.

Namun, apabila protokol kesehatan gagal diterapkan, ia khawatir budaya belanja di pasar tradisional akan bergeser dengan cara atau sistem yang lain.

Sebelumnya, dari 62 peserta tes cepat (rapid test) dan swab gelombang kedua di Pasar Perumnas Klender, ada 20 pedagang dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat (22/5).

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #pasar