8 Juni Ojol Boleh Bawa Penumpang, Anies Akan Tutup Mal dan Perkantoran Pelanggar PSBB

Sammy
8 Juni Ojol Boleh Bawa Penumpang, Anies Akan Tutup Mal dan Perkantoran Pelanggar PSBB

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tak segan menindak tegas para pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pada Juni 2020.

"Bila menemukan penyimpangan, tegur, laporkan pada kami dan nanti kami akan tindak sesuai dengan semua peraturan yang ada. Kami tak akan segan mencabut izin, menutup tempat, apabila melakukan pelanggaran. Bila ada pertokoan, perkantoran, mal yang kapasitasnya maksimal harus 50 persen, diingatkan dua kali, kalau masih melanggar, yang ketiga akan ditutup," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya berharap masyarakat turut menjadi pengawas bagi setiap pelanggaran yang ada di lapangan. "Ini demi melindungi keselamatan seluruh warga di Jakarta. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi. Insyallah masa transisi ini bisa kita lewati sebaik-baiknya," ucap Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan resmi memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, hingga 18 Juni 2020.

Ojek Online 

Lebih lanjut Anies Baswedan mengatakan, pihaknya mengizinkan ojek online (ojol) kembali mengangkut penumpang mulai 8 Juni 2020. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum memberi lampu hijau untuk kebijakan Anies tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan kapan ojol bisa angkut penumpang lagi. Pasalnya, saat ini dia tengah merumuskan 'cara main' operasional ojol di tengah pandemi Covid-19.

"Saya terus terang saja belum bisa menjawab akan seperti apa. Karena apa, saya lagi nyusun. Saya lagi menyusun dan belum saya sempurnakan dan saya mendengarkan semua aspirasi dulu," ujarnya di Jakart, Jumat (5/6/20).

Terkait kebijakan Anies Baswedan, Budi Setiyadi juga buka suara. Menurutnya, kebijakan Kemenhub berlaku secara nasional sehingga nantinya Pemprov DKI Jakarta juga harus mengikuti aturan tersebut.

"Oke pak Anies enggak apa-apa, enggak ada masalah. Tapi nanti begitu susunan peraturan saya (terbit, red), Pak Anies harus tunduk kepada peraturan saya. Nah saya akan menyesuaikan, saya akan mendengarkan apa yang disampaikan Pak Anies," tandasnya.

Protokol Kesehatan

Pakar Transportasi Unika, Djoko Setijowarno, mengingatkan bahwa ojol masih berpotensi menjadi penyebar virus corona. Karena menurut dia, pada dasarnya berboncengan di sepeda motor tak bisa menjamin prinsip physical distancing.

"Sebetulnya pada saat new normal, physical distancing atau jaga jarak tetap harus ditegakkan. Jika kemudian ojek daring boleh beroperasi, bagi yang biasa memakai ojek daring, meski membawa helm sendiri tetaplah berisiko terkena penularan covid-19," terangnya di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Bahkan, Djoko menyarankan untuk warga menggunakan bajaj saja selama fase new normal dibanding ojol karena ada penerapan jaga jarak.

Djoko juga merespon adanya usulan sekat plastik khusus buatan ojol dalam upaya menekan penyebaran virus corona. Usulan tersebut tujuannya sangat baik untuk memastikan pengemudi selalu menerapkan physical distancing ketika beroperasi.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #ojol   #newnormal