Tajuk: Bolehkah Umat Islam Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

***
Tajuk: Bolehkah Umat Islam Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Belakangan ada desakan dari para ustadz dan tokoh agama agar umat Islam bisa melaksanakan shalat berjamaah di tengah pandemic COVID-19, antaranya shalat Idul Fitri, terutama di zona hijau.

Dalam fatwanya, MUI membolehkan ibadah berjamaah jika suatu daerah masuk zona hijau. Shalat Idul Fitri dapat diselenggarakan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushola atau tempat lain selama angka penularan COVID-19 menurun dan ada kebijakan pelonggaran aktivitas sosial berdasarkan pertimbangan ahli yang kredibel dan amanah.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan. Fatwa agar dapat dijadikan pedoman pelaksanaan ibadah Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah sekaligus menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta Kementerian Agama mempertimbangkan perlakuan relaksasi pembatasan tempat ibadah zona hijau dengan menaati aturan COVID-19.

Menurutnya, jangan sampai umat menyaksikan kebijakan relaksasi di berbagai kegiatan dan tempat, tapi umat tetap dilarang beribadah ke Masjid, karena hal ini akan menimbulkan kegusaran dan rasa ketidakadilan.

Dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII pada Senin (11/5), Kemenag menyepakati untuk mempertimbangkan kebijakan relaksasi pembatasan ibadah di tempat ibadah, khususnya di daerah yang tidak termasuk zona merah. Sementara daerah yang berada di zona merah, disepakati juga untuk tetap ketat dan sepenuhnya mengikuti aturan penanganan COVID-19.

Pada saat raker dengan Kemenag Hidayat Nur Wahid menyampaikan aspirasi dari banyak pihak, agar umat tak resah dan bisa khusyuk ibadah, penting ada keadilan untuk umat. Kalau Pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan relaksasi terkait PSBB, bahkan ketentuan transportasi dan mudik, bahkan di bandara Soekarno-Hatta sampai berdesakan dengan tak lagi mengindahkan protokol penanganan COVID-19, sewajarnyalah bila Umat Islam yang tidak berada di zona merah, diberikan relaksasi agar dapat salat di Masjid, menghidupkan syiar di Masjid dengan mengumandangkan Adzan, tadarrus, termasuk sholat Idul Fitri. Khususnya untuk umat yang berada di kawasan zona hijau, sekalipun tetap melaksanakan ketentuan dasar penanganan COVID-19.

Kita sepakat dengan permintaan Hidayat perihal relaksasi pembatasan tempat ibadah tetap akan menaati aturan penanganan COVID-19. Misalnya jumlah jama’ah yang tidak membludak, dan tetap ada 'physical distancing' (jaga jarak).

Sebelumnya, pada Raker Komisi VIII dengan Kemenag (11/5), Menteri Agama menyepakati untuk mempertimbangkan relaksasi tempat ibadah khususnya di zona hijau, karena relaksasi juga sudah diberlakukan di moda transportasi.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta meminta agar takbiran agar dilaksanakan di masjid/mushala dengan menggunakan pengeras suara dan tidak melaksanakan takbir keliling. Dalam seruan itu, MUI dan DMI DKI Jakarta juga meminta warga menggelar Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah bersama keluarga di rumah.

Seruan itu sendiri ditandatangani Ketua Umum MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar dan Ketua Pimpinan Wilayah DMI DKI Jakarta Ma'mun Al Ayyubi.

Kita sangat sangat setuju masjid dibuka kembali untuk aktivitas ibadah. Namun tetap mentaati dan mengikuti protocol kesehatan. Pasalnya, pelonggaran PSBB terhadap moda transportasi sudah dilakukan, tentunya tempat-tempat ibadah juga perlku diberi kelonggaran.

Selain itu, kita juga mengapresiasi keputusan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang memperbolehkan warga Jawa Timur melaksanakan Salat Idul Fitri atau Ied berjamaah di masjid pada Minggu (24/5/2020) nanti.

Namun demikian ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh warga ketika menunaikan salat sunat tersebut. Syarat tersebut sesuai protokol kesehatan.

Sudah menjadi tanggung jawab kita (umat Islam) untuk menjaga dan memakmurman masjid. Diantaranya ialah dengan senantiasa menjaga keistiqamahan keberlangsungan kegiatan di masjid utamanya solat fardu berjamaah.  Akan tetapi disituasi yang genting seperti dewasa ini maka ada mekanisme khusus dalam melaksanakan kegiatan di masjid sesuai dengan kaidah fiqih dan pertimbangan kondisi sekarang ini.

#Corona   #covid-19   #sholat   #idulfitri   #psbb