Selain McD Sarinah, DKI Juga Segel 105 Pertokoan Karena Langgar PSBB

Sammy
Selain McD Sarinah, DKI Juga Segel 105 Pertokoan Karena Langgar PSBB

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi denda Rp10 juta kepada restoran cepat saji McDonald’s Plaza Sarinah, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Restoran asal Amerika Serikat itu dikenakan sanksi karena mengabaikan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pasca berkerumunnya masyarakat yang mengabadikan momentum penutupan restoran pada Minggu (10/5/2020) malam lalu.

Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin, mengatakan, denda itu ditetapkan karena mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 41 tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DKI Jakarta. Dalam Pasal 7 dijelaskan penanggung jawab restoran atau rumah makan yang mengabaikan penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dikenakan denda paling sedikit Rp 5 juta dan paling banyak Rp 10 juta.

Adapun untuk protokol pencegahan Covid-19 diatur oleh Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB Dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Penyedia jasa restoran juga diminta membatasi layanan hanya untuk membawa pulang makanan melalui pesanan online atau telepon atau layanan antar.

"Penjatuhan sanksi itu diawali dengan pemanggilan kepada pihak manajemen McDonald’s Sarinah," kata Arifin di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Tak hanya itu, Arifin juga menjelaskan, sebanyak 105 pertokoan di Jakarta disegel sementara selama pemberlakuan PSBB karena tidak mematuhi aturan PSBB.

"Ada 105 tempat usaha pertokoan yang disegel," katanya.

Ia tidak merinci jenis pertokoan apa saja yang telah disegel. Ia hanya mengatakan 105 pertokoan itu di luar dari 11 sektor usaha yang dikecualikan beroperasi selama PSBB.

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 disebutkan ada 11 sektor usaha yang masih dapat beroperasi secara normal selama PSBB berlaku.

Sektor usaha tersebut antara lain usaha bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar/objek vital, dan kebutuhan sehari-hari.

Arifin pun menegaskan bahwa para pedagang makanan tetap diizinkan berjualan takjil selama Ramadan, namun harus mentaati aturan PSBB.

Menurut Arifin, sejauh ini pihaknya belum menemukan kasus pelanggaran para penjual takjil selama Ramadan.

"Relatif terkendali. Pedagang dan pembeli wajib pakai masker," ujarnya.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #mcd   #sarinah