Edan! AS Pedofil Culik Bocah dan Paksa Mengamen Selama 4 Tahun

Danial
Edan! AS Pedofil Culik Bocah dan Paksa Mengamen Selama 4 Tahun
Ilustrasi anak-anak pengamen jalanan

Jakarta, HanTer - Berhati-hati yang punya anak-anak, jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan, Kamis (14/5/2020).

Pasalnya Direktorat Cybercrime, Bareskrim Mabes Polri yang berhasil membongkar sindikat penculikan anak-anak, yaitu bocah perempuan, RTH (12) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara ini selama 4 tahun diculik oleh pelaku pedofilia berinisial JP alias AS (48).

“Korban ini waktu diculik masih berumur 8 tahun.Dia hanya ingat tinggalnya di Tanjung Priok.Kami masih mencari orangtunya,” ujar Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Dijelaskan Ahmad, pelaku AS adalah tetangga dari korban, karena keluarga korban tidak curiga kepada pelaku yang meminta untuk turut mencari anaknya yang hilang. Inilah yang menjadi masalah awal.

“Modus tersangka adalah berpura-pura mengajak anak korban untuk mencari anaknya pelaku, dan berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot. Motifnya ya dia senang saja sama anak-anak katanya,” papar Ahmad.

Lanjutnya, selama di tangan pelaku, parahnya lagi korban juga diperalat, yakni korban dipaksa untuk mengamen. Kejahatan ini dilakukan dengan cara berpindah tempat.

“Untuk menghindari kejaran polisi. Pelaku berpindah-pindah tempat kadangan di masjid atau SPBU,” ungkap Ahmad.

Ahmad menerangkan, kasus ini terungkap setelah salah seorang orang tua korban korban lainnya melaporkan kejadian penculikan anak ke Polsek Cipayung, Jakarta Timur pada bulan April 2020 lalu.

“Kapolres Jaktim meminta bantuan kepada Ditcybercrime untuk mengungkap kasus ini. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan pelaku berhasil ditangkap wilayah Sentra Grosir Cikarang, Bekasi pada Selasa 12 Mei 2020 sekitar pukul 17.00 WIB,” bebernya.

Kemudian, lanjut mantan Anjak Kamneg, Baintelkam, Mabes Polri ini menegaskan, dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti dua unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

"Kami menyita dua sepeda motor, dan pelaku mengaku kalau motor hasil curanmor,” jelas Ahmad.

Pihaknya mengimbau agar para orang tua jangan sampai lengah, sehingga anak-anak tidak menjadi korban penculikan para penjahat.