Berhasil Diringkus Tim Bareskrim Polri, Setelah Ngamen JP Cabuli Anak yang Diculiknya

Harian Terbit/Danial
Berhasil Diringkus Tim Bareskrim Polri, Setelah Ngamen JP Cabuli Anak yang Diculiknya

Perbuatan JP alias AS (48) sungguh biadab. Selain menculik dua orang anak berinisial RTH, 12, dan JNF, 13, JP ternyata seorang pedofil yang mencabuli korbannya. Kini JP ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Bareskrim Polri.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, kasus ini terbongkar usai orang tua JNF membuat laporan polisi. Mereka menyebut anaknya diculik pada 11 April 2020 di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Usai dilakukan penyelidikan, polisi pun berhasil mengantongi keberadaan pelaku. Tersangka kemudian dibekuk di wilayah Sentra Grosir Cikarang, Bekasi, pada Selasa 12 Mei 2020 pukul 17.00 WIB. Anak yang diculik pun ditemukan di rumah kontrakan tersangka.

"(Petugas) menemukan dua korban anak perempuan atas nama RTH 12 tahun dan JNF usia 13 tahun di rumah kontrakan pelaku," kata Ahmad di Bareskrim Polri, Rabu (13/5/2020).

Ahmad menjelaskan, RTH sudah diculik tersangka sejak berusia 8 tahun. Saat ini dia dibawa korban dari daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara.  "Artinya korban sudah bersama tersangka selama 4 tahun," ungkapnya.

Para korban berhasil ditipudaya, karena tersangka menggunakan modus baru kehilangan anaknya. Dia pun meminta korban agar menemaninya mencari anaknya yang hilang. 

"Modus tersangka adalah berpura-pura mengajak anak korban untuk mencari anaknya pelaku, dan berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot," terang Ahmad.

Lanjutnya, para korban dibawa tersangka ke rumah kontrakannya dan mereka diekploitasi secara tidak manusiawi oleh tersangka.  "Motif dari kejahatan adalah menggunakan anak untuk dieksploitasi secara ekonomi, diajak mengemis dan mengamen, serta dieksploitasi secara seksual," tambah Ahmad.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 332 KUHP dan Pasal 76 e juncto Pasal 82 UU 35/2014 tentang Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.