Ratusan Mobil Travel Gelap Diamankan Ditlantas Polda Metro Jaya

Danial
Ratusan Mobil Travel Gelap Diamankan Ditlantas Polda Metro Jaya
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo

Jakarta, HanTer - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengamankan 202 travel gelap yang mengangkut 1.113 pemudik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dalam tiga hari Operasi Ketupat Jaya, tanggal 8 hingga 10 Mei 2020 kemarin. Paling banyak kendaraan itu ditangkap di jalan alternatif atau jalur tikus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan untuk mudik sejak awal Ramadhan tanggal 24 April lalu. 

"Sejak tanggal itu juga Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Ketupat Jaya 1441 Hijriah. Namun sampai dengan saat ini, hari ke-18, masih saja ada masyarakat yang mencoba untuk mudik dan masih banyak juga oknum-oknum yang kemudian menawarkan bisa mengantar mudik ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan menjanjikannya bisa mulus, bisa lolos dan sebagainya," ujar Sambodo di lapangan Mapolda Metro Jaya dengan latar belakang mobil-mobil travel gelap, Senin (11/5/2020). 

Lanjutnya, dalam mengatasi permasalahan tersebut, Sambodo mengungkapkan, sejak hari Jumat 8 Mei 2020 hingga Minggu 10 Mei 2020, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polres jajaran menggelar operasi khusus penertiban kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin trayek alias travel gelap, di tengah Operasi Ketupat Jaya 2020.

"Dalam kegiatan selama tiga hari tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya dan jajaran mengamankan 202 unit kendaraan terdiri dari bus 11 unit, kemudian minibus 112, mobil pribadi 78 dan satu kendaraan truk yang digunakan untuk mengangkut penumpang," katanya.

Sambodo menyampaikan, ratusan kendaraan travel gelap itu mengangkut 1.113 penumpang ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Dengan demikian, dengan adanya tambahan 202 kendaraan tersebut, maka sejak Operasi Ketupat Jaya berlangsung tanggal 24 April 2020, Polda Metro Haya telah mengamankan 228 kendaraan yang mengangkut penumpang sebanyak 1.389," jelas Sambodo.

Alumni Akpol 1994 ini menerangkan, ratusan kendaraan travel itu berhasil ditangkap setelah polisi yang melakukan kegiatan investigasi, mapping kemudian dilanjutkan dengan hunting system. Paling banyak kendaraan pelanggar larangan mudik itu ditangkap di jalur tikus.

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan hunting system, dan kita bisa menangkap mereka. Ada yang ditangkap di tol, di arteri dan terutama paling banyak kita tangkap di jalur tikus. Jadi kalau masyarakat selama ini bagaimana pengawasan di jalur tikus, hampir sebagian besar ini ditangkap di jalur tikus karena kita sudah mapping pergerakan mereka dan bisa kita amankan di jalur-jalur tersebut," ulasnya.

Sambodo menegaskan, polisi menjerat para pengemudi travel gelap itu dengan Pasal 308 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terkait tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang dalam trayek, dengan ancaman hukuman penjara 2 bulan atau denda Rp 500.000.

"Kepada pengemudi ini, kepada para pelanggar ini, kita kenakan Pasal 308 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman denda Rp 500.000 atau kurungan penjara 2 bulan. Kalau untuk truknya kita kenakan Pasal 303 yaitu kendaraan barang non-mengangkut penumpang," paparnya.