Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoaks, Minta 218 Akun Medsos Diblokir

Oni
Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoaks, Minta 218 Akun Medsos Diblokir

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya saat ini tengah menangani 443 kasus hoaks dan ujaran kebencian terkait penyebaran kasus COVID-19. Tercatat ada peningkatan jumlah kasus penyebaran hoaks dan hate speech jika dibanding dengan waktu yang sama pada 2019. 

"Selama pendemi covid-19 dari April sampai dengan Mei, minggu ke 14, 15, 16, 17, memang ada peningkatan. Ada sekitar 443 laporan informasi yang kita dapat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Polisi Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Polda Metro kata Yusri, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir 218 akun media sosial (medsos) yang kedapatan menyebarkan berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian.

"Ada beberapa yang sudah kita minta kepada Kemenkominfo untuk dilakukan pemblokiran di akun-akun tersebut. Total sekitar 218 akun dari 443 kita minta untuk diblokir, jadi gunanya untuk mencegah atau di take down sekalian," ujar Yusri.

Meski demikian, Yusri mengatakan, kewenangan untuk melakukan pemblokiran terhadap akun media sosial tersebut ada di tangan Kemenkominfo.

Dia pun berharap permohonan pemblokiran yang diajukan pihak kepolisian bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

"Tetapi kewenangannya ada Kemenkominfo, tetapi kami bermohon kepada Kemenkominfo akun-akun tersebut untuk di blokir segera kalau tidak nanti meresahkan masyarakat," ujarnya.

Dari 443 kasus tersebut, pihak Kepolisian telah mengungkap 14 kasus dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka yang hingga saat ini proses hukumnya masih berjalan.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 28 UU ITE Juncto Pasal 45, lalu Pasal 207 dan 208 Ayat 1 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa di muka umum dengan ancaman hukuman bervariasi mulai dari 6-10 tahun.

Yusri mengatakan, hoaks tersebut disebarkan dengan menggunakan akun palsu di media sosial dan aplikasi pesan instan WhatsApp.

#Polisi   #hoaks   #corona   #covid-19