Polisi Pergoki Truk Bermuatan Penumpang Mudik di Tol Cikarang Barat

Danial
Polisi Pergoki Truk Bermuatan Penumpang Mudik di Tol Cikarang Barat
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Aparat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya lagi-lagi memergoki sebuah truk yang menyelundupkan pemudik yang hendak keluar Jakarta dan sekitarnya, di tengah penerapan kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya memergoki kendaraan itu pada Jumat (1/5/2020) pagi di GT Cikarang Barat.

"Pada hari Jumat tanggal 1 Mei 2020 pukul 10.52 WIB di Gerbang Tol Cikarang Barat telah diperiksa satu unit truk yang mengangkut penumpang," ujar Kombes Sambodo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Dijelaskannya kendaraan tersebut adalah jenis truk, yang mengangkut penumpang dan terjadi saat petugas Ditlantas yang berjaga di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di GT Cikarang Barat menggelar pemeriksaan rutin terhadap truk yang akan keluar Jabodetabek. 

Pada awalnya, pemeriksaan berjalan lancar tanpa ada temuan yang mencurigakan. Petugas kemudian memeriksa truk dengan nomor polisi G 1906 FR yang dikemudikan oleh FEI.

Sesuai prosedur, petugas kemudian meminta pengemudi untuk turun dan membuka bagasi truk untuk memeriksa isi muatan sebelum diperkenankan meninggalkan Jabodetabek. Namun yang ditemukan petugas bukan, barang melainkan enam pemudik.

Kemudian petugas meminta seluruh penumpang truk, turun, didata dan dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan petugas, para pemudik itu menumpang truk tujuan Brebes, Jawa Tengah, dengan imbalan sejumlah uang.

"Penumpang tersebut akan diangkut ke Brebes, Jawa Tengah. Untuk biaya akan dibayar setelah di Brebes," beber Sambodo.

Dari keterangan pengemudi, truk tersebut mengangkut bawang dari Brebes menuju Jakarta dan kembali lagi ke Brebes.

"Truk tersebut awalnya membawa bawang dari Brebes ke Pasar Bitung dan pulang ke Brebes," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan dua sopir travel gelap yang membawa pemudik menuju beberapa daerah di Jawa Tengah, Rabu 29 April 2020 sekitar pukul 22.30 WIB. Dari dua unit mobil berpelat hitam itu, terdapat delapan pemudik.

Sambodo menerangkan, kedua sopir itu menawarkan jasa travel gelap bagi pemudik melalui media sosial Facebook. Namun, rencana mereka terhenti saat mencoba keluar dari Kabupaten Bekasi menuju Kabupaten Karawang melalui jalur arteri Kedung Waringin.

"Kita berhasil mengamankan dua buah kendaraan travel. Mereka beriklan melalui Facebook, dapat mengantarkan orang untuk mudik ke daerah-daerah tertentu di Jawa Tengah," kata Sambodo, kemarin.

Sambodo mengungkapkan, delapan penumpang itu terbagi ke dalam dua mobil. Lima penumpang di mobil pertama, dan tiga penumpang di mobil kedua. Meski demikian, Sambodo tidak merinci identitas penumpang maupun dua sopir travel gelap tersebut.

Dijelaskannya para penumpang mengaku dikenakan tarif hingga Rp 500 ribu untuk bisa menuju ke Jawa Tengah selama pemerintah melarang mudik di tengah pandemi virus corona.

"Mereka rata-rata ditarik bayaran antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per orang," jelas Sambodo.

Atas perbuatannya, dua sopir travel gelap itu dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan lantaran tidak memiliki izin untuk mengangkut penumpang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih nekat dan mencoba-coba untuk menawarkan jasa untuk bisa mengantarkan orang mudik, tolong berhenti karena kami akan amankan dan tangkap," ungkap Sambodo.
 

#Corona   #covid-19   #mudik   #lebaran   #polisi