Polemik Nasi Anjing Penuhi Unsur Pidana, IKAMI Bakal Polisikan ARK Qahal

Safari
Polemik Nasi Anjing Penuhi Unsur Pidana, IKAMI Bakal Polisikan ARK Qahal

Jakarta, HanTer - Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) berencana melaporkan ARK Qahal, kelompok yang membagikan nasi bungkus dengan cap Nasi Anjing kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara ke polisi. Alasannya, penamaan Nasi Anjing memenuhi unsur pidana dan dilakukan secara sengaja. 

"Patut diduga mulai awal proses pembuatan nasi bungkus, pembubuhan logo dan stempel Nasi Anjing tersebut dilakukan secara sadar, juga kemungkinan akibat hukum yang akan ditimbulkan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKAMI Djudju Purwantoro di Jakarta, Selasa (28/4/2020). 

Menurut Djudju, penyertaan kata anjing secara sengaja dalam paket bantuan sosial, yang diberikan kepada masyarakat muslim, dapat dikategorikan sebagai tindakan pelecehan. Oleh sebab itu, kelompok ARK Qahal dapat dijerat dengan Pasal 156a KUHP atau Pasal 157 KUHP.  "Rencananya akan kami laporkan," kata Djudju.

Melecehkan 

Sementara itu, dosen Psikologi Universitas Pancasila, Jakarta, Yophie Septiady mengatakan, memberikan bantuan dengan kemasan penamaan binatang dalam hal ini anjing jelas sangat merendahkan dan melecehkan. Apalagi jika bantuan tersebut diberikan kepada agama yang mengharamkan adanya simbol binatang tertentu. 

Menurutny, dalam Islam berlaku konsep jika ingin berderma maka berderma dengan yang baik, bukan yang buruk atau rusak. Sehingga yang menerimanya tidak menjadi rendah diri. 

"Jadi berikan sesuatu yang membahagiakan orang lain. Oleh karena itu ketika kita mau berderma ke orang lain apalagi di bulan Ramadhan. Seperti memberikan nasi kucing maka hal itu sesuatu yang kurang pantas.  Karena porsinya sedikit, lauknya juga sekenanya.  Jadi nasi kucing saja tidak pantas untuk diberikan. Apalagi dengan pemberian nasi anjing," kata Yophie Septiady kepada Harian Terbit, Selasa (28/4/2020).

Yophie menuturkan, jika yang memberikan nasi anjing berargumen porsinya lebih banyak dari nasi kucing, maka argumen tersebut tidak tepat karena nama-nama binatang di dalam Islam itu diharamkan. Apalagi binatang yang dinajiskan. Dalam Islam juga sudah ada fatwa MUI yang mengharamkan nama-nama makanan dengan label yang tidak patut atau kasar, seperti nasi goreng iblis. 

Oleh karena itu, lanjutnya, pemberian nasi anjing dalam sisi sosial, budaya dan agama sudah salah.  "Mudah-mudahan tidak ada unsur kesengajaan, itu harapan saya.  Karena kalau ada atau tidak, saya tidak tahu hati orang," paparnya. 

Tersinggung

Sebelumnya, warga sekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara merasa dilecehkan setelah mendapat bantuan sebungkus makanan cepat saji dari ARK Qahal. Warga merasa tersinggung karena terdapat cap kepala anjing di bungkus kertas nasi bantuan warna coklat tersebut. 

Selain cap kepala anjing, juga terdapat tulisan "Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing, #jakartatahanbanting". Video bantuan nasi anjing tersebut juga viral di berbagai media sosial dan aplikasi percakapan WhatsApp (WA).

"Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing, dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing. Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. 

Agar masalah tidak semakin besar, polisi kemudian segera melakukan penyelidikan dan memeriksa kelompok ARK Qahal. Kepada polisi, mereka mengaku sengaja menamai nasi bungkus tersebut dengan nama Nasi Anjing. Namun, pihak pemberi tak ada niat untuk melecehkan pihak yang menerima bantuan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan Nasi Anjing dibuat dengan bahan yang halal, tak seperti dugaan masyarakat yang mengatakan nasi tersebut berbahan daging anjing. "Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain," kata Yusri. 

Pihak ARK Qahal mengatakan nama Nasi Anjing dipilih karena porsi nasi yang lebih besar dibanding Nasi Kucing. Selain itu, mereka menganggap anjing merupakan hewan yang setia sehingga tak ada unsur pelecehan pada pemilihan diksi hewan berkaki empat itu untuk makanan.