Utang Rp 850 Juta Belum Dibayarkan, Dipo Latief: Saya Serius akan Mempolisikan IH

***
Utang Rp 850 Juta Belum Dibayarkan, Dipo Latief: Saya Serius akan Mempolisikan IH
Dipo Latief di Polres Jakarta Selatan/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini mantan suami Nikita Mirzani, Dipo Latief tengah menghadapi masalah. Tentu bukan dengan artis fenomenal itu, melainkan dengan salah satu CEO aplikasi Anterin berinisial IH. Jika ta ada itikad baik dari yang bersangkutan, Dipo berencana akan mempolisikan orang tersebut.

Menurut Dipo, berawal pada November 2018 lalu, IH selaku Direktur Utama PT. Anterin Digital Nusantara, perusahaan ya berbasis jasa starup mirip aplikasi Ojol online itu, meminjam sejumlah uang kepadanya secara bertahap dengan total senilai Rp 850 juta dengan alasan untuk modal perusahaan tersebut supaya bisa berjalan lancar. 

"Iya hari ini baru diskusi ke penyidik untuk melaporkan IH ke Polres Jakarta Selatan terkait utang dia ke saya senilai Rp 850 juga yang hingga kini tak kunjung diselesaikan," kata Dipo ditemui di Polres Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2020). 

Namun hingga kini apa yang didapatkan Dipo, ternyata iH tak menepati janji untuk melunasi utangnya. Bahkan tidak ada terlihat itikad baik dari yang bersangkutan untuk membayar utangnya tersebut.

Padahal dari pihak Dipo telah melayangkan beberapa kali surat somasi terhadap IH. Sayangnya,  yang bersangkutan tak pernahmerespon.

"Kali ini saya serius tidak main-main akan mempolisikan saudara IH. Saya sudah persiapkan segala sesuatunya baik itu data-data, bukti transfer ke PT. Digital Anterin Nusantara dan beberapa pernyataan uutang yang dia buat secara tertulis, semua ada kok!” terangnya.

Lucunya lagi itu apliklasi Anterin beberapa sahamnya sudah dibeli oleh salah satu pengusaha ternama di Indonesia.

“Masa iya tidak bisa membayar utangnya kepada saya atau memang dia selalu terbiasa seperti itu? punya utang memang selalu tidak dibayar kepada siapapun,” paparnya.

"Yah intinya gini aja pesan saya, modal usaha memang mutlak diperlukan, namun bila harus berhutang tidak perlu menghindar dan sulit dicari atau lari dari tanggung jawab. Karena sejatinya orang yang tidak menghindar dan berani untuk menghadapinya akan terbuka jalan atas itikad baiknya sehingga dapat menyelesaikan segala urusannya. Sikap yang tepat dalam menghadapi kemelut yang diutamakan," tutup Dipo.