KOMPETISI KEMBALI DILANJUTKAN

Cegah Covid-19, Bundesliga Susun Aturan Ekstra Ketat

Eka
Cegah Covid-19, Bundesliga Susun Aturan Ekstra Ketat
CEO DFL Christian Seifert

Berlin, HanTer - Sempat terancam terhenti, Bundesliga alias Liga Jerman memutuskan untuk melanjutkan kompetisi mereka ditengah masifnya pandemi global virus corona alias Covid-19. Rencananya, kompetisi berjenjang akan kembali bergulir pada 9 Mei mendatang.

Keputusan itu membuat Jerman menjadi negara pertama yang menyatakan agar kompetisi tetap dilanjutkan. Namun meski akan bergulir tak lama lagi, Bundesliga akan menerapkan peraturan ekstra ketat. Seperti melangsungkan pertandingan secara tertutup. 

Setidaknya ada batas toleransi terkait jumlah orang yang diperbolehkan berada, baik didalam maupun luar area stadion, yakni kuota maksimal 322 orang. Sementara di kasta kedua, Bundesliga membatasi 270 orang untuk berada di dalam maupun luar stadion. Bila aturan dilanggar, maka panpel mendapat sanksi keras.

Selain itu masih banyak syarat khusus bagi tuan rumah, yakni menyediakan tempat cuci tangan alias wastafel di sejumlah sisi lapangan, kemudian mewajibkan para perangkat teknis maupun non-teknis yang berada di tepi lapangan untuk memakai alat perlindungan diri (APD) seperti masker.

Selain itu, pihak liga dan juga DFL selaku federasi sepakbola Jerman akan melakukan skrining ekstra ketat terhadap pemain dan official, setidaknya dengan menerapkan pemeriksaan setiap pekan guna memastikan agar seluruh perangkat klub yang bertanding, negatif dari Covid-19.

"Bundesliga siap untuk melanjutkan, tidak peduli apakah pada 9 Mei atau nanti. Tapi itu bukan urusan kita untuk mencari waktu yang cocok. Para pembuat keputusan politik yang akan memutuskan," kata CEO DFL Christian Seifert seperti dilansir laman Bild, kemarin.

"Kami belum menetapkan tanggal pasti hari ini. Fakta bahwa kami bahkan dapat berpikir untuk melanjutkan permainan untuk menggarisbawahi kinerja otoritas Jerman. Akan menjadi lancang bagi DFL untuk menyebutkan tanggal pasti untuk memulai kembali."

"Itu bukan sepenuhnya kewenangan kita jika kita kembali. Kami memiliki beberapa opsi. Jika sinyalnya datang pada minggu depan bahwa itu mungkin 9 Mei, maka itu akan menjadi 9 Mei," pungkasnya.