Dukung Arahan Jaksa Agung Sidang Via Vicon; Kejati Papua Barat Tembus 50 Perkara

zamzam
 Dukung Arahan Jaksa Agung Sidang Via Vicon; Kejati Papua Barat  Tembus  50 Perkara

Jakarta, HanTer - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat (Pabar) berhasil menyidangkan 50 perkara dengan  aplikasi zoom. Persidangan melalui Vedio Confrence (Vicon) sesuai arahan Jaksa Agung Burhanuddin beberapa waktu lalu dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

"Persidangan per 3 April melalui online sudah 50 perkara, penyerahan berkas tahap II sebanyak delapan perkara," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Pabar Yusuf kepada Harian Terbit, Jumat (3/4/2020).

Sementara untuk perkara korupsi, tegas Yusuf, Kejati Pabar  telah menyidangkan 5 perkara. Kejari Manokwari 3 perkara, Kejari Fakfak 1 perkara dan Kejari Sorong 1 perkara. 

"Semua disidangkan melalui online," ujarnya.

Yusuf mengapresiasi kinerja jajarannya yang telah optimal menyidangkan perkara secara online mengingat perkara di wilayah hukum Papua Barat tidak begitu marak dibanding wilayah lainnya.

"Kita tuntaskan semua supaya tidak ada tunggakan, dengan strategi tahap 1 maksimal 7 hari JPU sudah tentukan sikap, dan tahap 2 maksimal 7 hari dan sudah dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.


10 Ribu Perkara se-Indonesia

Sementara itu sampai Jumat sore (3/4/2020) tercatat sebanyak 10.517 perkara pidana telah dibawa ke persidangan secara online oleh Jaksa dari 344 Kejaksaan Negeri (Kejari).

Data penanganan perkara itu disampaikan Jaksa Agung ST Burhanudin saat melakukan Video Conference (Vicon) dengan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se Indonesia Jumat sore (3/4/2020) dari rumah dinas Jl. Denpasar, Jakarta.

Jaksa Agung mengapresiasi kepada para Jaksa yang dengan peralatan seadanya tetap semangat berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya menyelenggarakan sidang melalui Teleconference.

"Sidang dengan teleconference itu merupakan prestasi penegak hukum Indonesia ditengah wabah virus Corona. Di kala di belahan dunia lain banyak Pengadilan ditutup, di Indonesia masih dapat dilaksanakan. Keberhasilan sidang ini telah saya laporkan ke Pak Presiden,"ujar Jaksa Agung dihadapan para peserta Vicon.

Terpisah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Sunarta membenarkan adanya lonjakan perkara yang diselesaikan melalui sidang dengan Video Conference. Ini terjadi akibat jadwal sidang yang sebelumnya ditunda, semua akhirnya dilaksanakan minggu ini. 

"Saat dilaksanakan pertama tanggal 30 dan 31 Maret lalu baru tercatat 1.502 perkara yang disidangkan. Sisanya tujuh perkara pidana khusus. Kemudian tanggal 1, 2 dan 3 April hari ini sidang pengadilan dengan teleconference bertambah tujuh kali lipat. Mencapai 10.517 perkara," ujarnya.

Dari 10.517 perkara yang disidangkan itu berdasarkan laporan Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Kapus Daskrimti) Kejaksaan Agung Didik Farkhan ada yang merupakan perkara tindak pidana khusus sekitar 60 perkara.

Jajaran di Pidum Kejaksaan Agung, kata Sunarta terus memberikan suport kepada Jaksa-jaksa di daerah dalam pelaksanaan sidang ini. Selain sidang perkara, jaksa-jaksa di daerah ternyata bersama aparat penegak hukum lain (Hakim, Kepolisian dan Rutan/Lapas) ditengah wabah virus Corona banyak melakukan inovasi dan improvisasi dengan bantuan Teknologi Informasi.

"Saya mendapat laporan untuk menghindari kontak langsung dengan tahanan, karena harus social distancing, saat penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik dilakukan dengan Vicon. Termasuk saat memeriksa tersangka itu," ujarnya.

"Bahkan ada satu Kejari, kalau tidak salah Kejari Karangasem, Bali untuk pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan telah melaksanakan melalui aplikasi online. Berkas Perkara yang dilimpahkan bukan berupa fisik lagi (tumpukan kertas), tetapi sudah dalam berbentuk Pdf, sehingga paperless," tambahnya.

Menurutnyanya hal ini sesuai Instruksi Jaksa Agung Nomor 3 Tahun 2020 di point 10 yang menginstruksikan agar dimulai mewajibkan penyidik mengirim Berkas Perkara dalam bentuk Pdf. Untuk menuju proses peradilan yang modern memang harus berani memulai.
 

#Kejati   #Papua   #Barat