Akibat Covid-19 Pendapatan Menurun; Para Pencukur Rambut Harapkan Bantuan Pemerintah

safari
Akibat Covid-19 Pendapatan Menurun;  Para Pencukur Rambut Harapkan Bantuan Pemerintah

Jakarta, HanTer - Penyebaran virus Corona atau atau Covid-19 yang kian masif berpengaruh juga terhadap profesi pencukur rambut atau barber. Para pencukur rambut yang tergabung dalam Perkumpulan Pencukur Rambut Indonesia (PPRI) merilis video yang diupload ke YouTube.

Video yang berisi penggalan komentar para pencukur rambut ini berjudul Curhat kami #1. Video yang bisa diunggah https://youtu.be/LlNANbNFZbM ini merupakan video pertama yang dibuat mereka. Rencananya ada video berikutnya.

Ketua Umum PPRI, Moch. Muslim Nurdin berharap ada jalan keluar atau solusi dari pemerintah terhadap pencukur rambut terdampak wabah corona agar tidak mengalami kerugian besar. Profesi pencukur rambut juga berharap bisa menerima bantuan seperti yang akan diterima oleh profesi lain.

"Karena profesi kami sama dengan UKM lain. Bila kami buka ya dapat uang, kalau tutup ya tidak ada pemasukan. Terima kasih untuk Harian Terbit yang sudah memberikan perhatian yang baik atas profesi pencukur rambut atau barber Indonesia," ujar Moch. Muslim Nurdin kepada Harian Terbit, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu Ketua Pembina PPRI, Agus Wahidin mengatakan, adanya wabah virus corona memang membuat miris dan sedih para pencukur rambut.

"Saya selaku Ketua Pembina merasa sangat miris, sedih, mendengar keluhan kawan-kawan semua. Mereka mendengar dan melihat perkembangan virus Corona mereka takut bila anak istri tidak bisa makan," jelasnya.

Agus berharap agar Pemerintah lebih memperhatikan profesi pencukur rambut. Karena walaupun Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan pemotongan tarif listrik, leasing dan anggaran sosial. Namun rasa tidak tenang dan miris membelenggu dihati dan pikiran para pencukur rambut. Karena sejak wabah virus Corona para pencukur rambut sudah tidak mempunyai pendapatan atau pemasukan lagi karena usahanya tutup.

"Harapan kedepannya tolong perhatikan profesi kami, karena kami pelaku UMKM dan ekonomi kerakyatan yang menjalankan program-program Pemerintah. Maka itu jadikan kami sebagai mitra untuk membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri yang diprogramkan Pemerintahan," tandasnya.

Agus juga berharap ada kemudahan usaha, perbankan dan sebagainya untuk membantu para pencukur rambut. Pihaknya siap membantu program Pemerintah untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan dan kejahatan. Dengan program-program tersebut maka diharapkan Kementerian terkait dapat membantu para pencukur rambut khususnya yang tergabung di Perkumpulan Pencukur Rambut Indonesia (PPRI). 

Sementara itu Anggota Pembina PPRI, Hendra Hairock juga mengatakan, wabah virus corona adalah masalah yang serius karena bukan hanya menyangkut nasional tapi juga internasional. Apalagi terhadap profesi yang basisnya sebagai pelayanan maka penyebaran atau penularan virus ini berdampak langsung terhadap para pencukur rambut. Karena secara teknis aktivitas pencukur rambut berhadapan langsung dengan orang lain.

"Jadi profesi kami sangat rentan menjadi rantai penyebaran virus Corona. Anjuran pemerintah adalah hal yang tepat ketika kita harus menerapkan sosial distancing bahkan sampai tutup usaha kita dan  akhirnya efek dari itu yang saat ini menjadi sangat berpengaruh ke pada finansial kami sebagai pencukur," jelasnya.

Hendra pun berharap agar Pemerintah harus lebih memperhatikan industri pencukur rambut ke depannya. Karena perputaran ekonomi di industri pencukur rambut membantu pemerintah juga untuk membangkitkan ekonomi. Imbas dari virus Corona sangat berdampak terhadap pendapatan atau pemasukan para pencukur rambut.

#Tukang   #Cukur   #Sepi   #Pemesan