Disnakertrans: WFH Tembus 1 Juta Orang

sammy
Disnakertrans: WFH Tembus 1 Juta Orang

Jakarta, HanTer - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta mencatat ada 1 juta lebih karyawan di wilayah setempat yang bekerja dari rumah (work from home/WFH) akibat wabah virus corona (Covid-19). Mereka berasal dari 2.612 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, jumlah karyawan yang bekerja di rumah mencapai 1.026.518 orang. Mereka tercatat telah bekerja dari rumah sejak Senin (16/3/2020) lalu, sampai Selasa (31/3/2020) ini.

Perusahaan secara sadar memperkerjakan karyawannya dari rumah setelah Andri mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 14/SE/2020 tentang Himbauan Bekerja di Rumah (Work From Home) pada Minggu (15/3/2020) lalu.

"Surat ini sifatnya hanya imbuan, belum ada sanksi," kata Andri, Selasa (31/3/2020).

Ada empat poin yang diminta Andri melalui surat tersebut kepada para perusahaan menyusul wabah virus corona yang kian masif di Jakarta.

Pertama, perusahaan dapat mengambil langkah pencegahan terkait risiko penularan virus corona dengan melakukan pekerjaan dari rumah. Poin kedua, Andri menjelaskan soal langkah pencegahan yang dimaksud dalam tiga kategori.

Diantaranya perusahaan untuk sementara waktu dapat menghentikan seluruh kegiatan usahanya, perusahaan sementara waktu mengurangi sebagian kegiatan usahanya dan perusahaan yang tidak apat menghentikan kegiatan usahanya, terutama yang berhubungan dengan pelayanan kesehahtan, kebutuhan bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Andri mengatakan, pada poin ketiga perusahaan diminta melibatkan para pekerja/buruh atau serikat pekerja dalam mengambil langkah yang diberikan itu. Poin terakhir, perusahaan wajib melapor kepada pemerintah daerah bila menerapkan imbauan yang dikeluarkan Andri Yansyah.

"Angkanya kemungkinan bakal terus bertambah, mengingat pak Gubernur pada Jumat (20/3/2020) kembali menyerukan soal social distancing measure (pembatasan interaksi)," ujar Andri.

Menurut Andri, SE ini dikeluarkan untuk menyikapi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Virus Corona (Covid-19) pada Selasa (25/2/2020) lalu. Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengajak masyarakat lewat surat seruan pada Jumat (20/3/2020) lalu.

Surat seruannya bernomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Melalui suratnya, Anies mengajak kepada perusahaan untuk menerapkan kerja WFH kepada karyawannya selama 14 hari. Terhitung mulai Senin (23/3/2020) sampai Minggu (5/4/2020).