LARANGAN TAMPIL KE LIGA CHAMPIONS

Bayangan Sanksi Ancam Runtuhnya Pondasi Manchester City

Eka
Bayangan Sanksi Ancam Runtuhnya Pondasi Manchester City
Pep Guardiola dan para pemain Manchester City berpotensi hengkang dari Etihad Stadium (ist)

Manchester, HanTer - Pondasi Manchester City yang telah terbangun hampir 10 tahun untuk mencapai berbagai kejayaan, baik di pentas domestik maupun lingkup Eropa terancam runtuh. Itu tak lepas setelah sanksi membayangi mereka, yakni berupa ancaman larangan tampil dalam dua edisi di Liga Champions musim depan.

Saat ini, kubu Manchester City masih menunggu proses banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait sanksi yang telah dijatuhkan UEFA kepada mereka. Di tengah penantian banding, kecemasan mulai menerpa bagi klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu.

Sebab pandemi global virus corona membuat proposal banding Manchester City masih menggeletak di meja CAS. Bahkan CAS terancam mengabaikan aduannya itu karena kondisi darurat ihwal masifnya penyebaran virus corona alias Covid-19 masih menghantam dunia.

Tentu saja hal itu membuat kubu Manchester City masih gigit jari. Bukan tak mungkin sanksi UEFA terhadap mereka merupakan sebuah keputusan final. Hal itu dipastikan akan membawa dampak besar terhadap anjloknya prestasi The Citizens, julukan Manchester City, kedepan.

Hal tersebut di eks legenda Timnas Perancis yang mengantarkan negaranya menjuarai Piala Dunia 1998. Ia mengatakan, polemik bayangan sanksi terhadap Manchester City akan meruntuhkan pondasi menuju kesuksesan yang telah dibangun hampir satu dekade atau 10 tahun.

"Bagi saya, kekhawatiran utama adalah apa yang akan terjadi pada Manchester City jika larangan itu masih di atas meja setelah banding. Segala sesuatu yang telah dilakukan City selama lima, enam, tujuh tahun terakhir, dalam hal investasi, bisa berakhir," kata Petit seperti dilansir laman Mirror, Minggu (29/3/2020) kemarin.

Ada alasan khusus mengapa pondasi Manchester City bakal runtuh jika sanksi menerpa mereka. "Itu bisa mengubah segalanya di klub. Para pemain top ingin bermain di kompetisi-kompetisi bergengsi (Liga Champions -red)," jelas pria yang pernah merumput bersama Arsenal, Barcelona dan Chelsea itu.

Bukan hanya terancam kehilangan sejumlah pemain bintang, lanjut Petit, Manchester City juga berpotensi ditinggalkan Pep Guardiola selaku juru taktik. Apalagi Petit sadar bahwa juru taktik berpaspor Spanyol itu mulai dihinggapi rasa jenuh.

"Saya pikir itu bisa menjadi pilihan baginya (keluar dari City pada musim panas karena larangan Liga Champions -red). Itu bisa menjadi kesempatan baginya untuk mundur dan beristirahat. Belum lama berselang dia tampak bosan menjadi manajer," ujarnya.

Arsenal Biang Keladi?
Sementara itu, Manchester City menyebut 'biang' dari timbulnya sanksi terhadap mereka ialah Arsenal. Dilansir laman Daily Mail, kemarin, klub asal London Utara itu bertindak sebagai motor agar dihukumnya The Citizens dari turnamen Liga Champions selama dua musim kedepan.

Menyikapi tudingan itu, The Gunners, julukan Arsenal, pun membantahnya dengan tegas. Mereka menolak mengomentari laporan yang merinci keterlibatan untuk menjegal Manchester City tampil di Liga Champions dua musim kedepan akibat melebihi batas Financial Fair Play dalam belanja pemain.