Rencana Karantina Wilayah; Pemprov Diingkatkan Arus Barang Harus Lancar

zamzam
Rencana Karantina Wilayah; Pemprov Diingkatkan Arus Barang Harus Lancar

Jakarta, HanTer - Ketua Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN), Benny Syarifuddin mengingatkan kalau kebijakan karantina wilayah Jakarta jadi diberlakukan maka harus dipastikan arus barang lancar tanpa hambatan agar ekonomi tetap bergerak.

"Pemerintah harus segera membuat kebijakan yang lebih terukur dalam jangka waktu tertentu soal karantina wilayah ini agar ekonomi tetap bergerak," kata Benny dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu (29/3/2020)

Pembatasan untuk pergerakan orang mutlak dilakukan, tetapi untuk pergerakan barang seharusnya tidak ada batasan dan hambatan, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari seperti sembako.

Benny mengatakan berdasarkan pengalaman kondisi di sejumlah daerah yang telanjur melakukan pembatasan secara ekstrem justru kontraproduktif di lapangan.

"Pemerintah pusat harus lebih berani bergerak agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Solusinya hanya dengan menerapkan kebijakan yang lebih terukur dengan jangka waktu tertentu," jelasnya.

Menurut dia, upaya kebijakan terukur dari pemerintah mesti diterapkan secara disiplin dan konsekuen, agar batas waktu pembatasan dapat dilakukan secara efektif.

Kebijakan terukur itu antara lain pembatasan pergerakan orang, terutama yang sudah positif terjangkit, dalam batas waktu 14 hari.

Sementara pergerakan barang terutama arus distribusi bahan-bahan pokok, menurut dia, harus diprioritaskan karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

"Pembatasan mestinya difokuskan pada pergerakan orang, bukan barang. Sebab, pergerakan barang ini menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, seperti sembako, obat-obatan, buah-buahan, sayur mayur dan lainnya. Justru pergerakan barang ini jantungnya ekonomi daerah yang perlu diprioritaskan pemerintah," ucapnya.

Dia menambahkan dampak lanjutan dari penyebaran secara massif Virus Corona (COVID-19) sangat mempengaruhi roda bisnis sektor kargo.

"Saat ini IPCN menaungi sekitar 200 perusahaan kargo nusantara dengan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah tenaga kerja sekitar 5.000 orang," jelasnya.

Meski kondisi belum membaik, Benny mengaku tidak surut semangat dan tetap melakukan aktivitas pengiriman seperti biasa.

"Untuk logistik ini saya tidak boleh stop, harus tetap jalan. Kami sudah memesan APD untuk para sopir dan pekerja lainnya karena mereka harus tetap mengirim barang," ujarnya.